Sumbawa Besar (Suara NTB)-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, terus mempercepat pelaksanaan program revitalisasi di 80 sekolah. Pasalnya, waktu pelaksanaan program hanya dua bulan. Sementara, beberapa sekolah baru menandatangani kontrak pekerjaan.
“Kami tetap akan memberikan atensi khusus terhadap pelaksanaan revitalisasi sekolah ini jelang akhir tahun. Terutama sekolah yang sudah berkontrak, tetapi belum menerima kucuran anggaran untuk pelaksanaan proyek tersebut,” kata Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Budi Sasatrawan kepada wartawan, Rabu (28/10).
Menurutnya, sekolah yang sudah berkontrak tetapi belum menerima anggaran menjadi perhatian pemerintah. Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI terhadap pelaksanaan proyek tersebut, untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Dalam pelaksanaan proyek tersebut kata dia, pemerintha daerah sifatnya mengawasi pekerjaan bersama Kejaksaan. Di pengawasan tersebut, Kejaksaan juga sudah memanggil sekolah penerima program untuk dilakukan pembinaan supaya tidak menimbulkan persoalan hukum.
“Pengawasan langsung dilakukan oleh Kejaksaan di seluruh Indonesia, sehingga pelaksanaannya tidak ada persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan program revitalisasi sekolah ini bisa tuntas tepat waktu. Pihaknya bersama Kejaksaan telah memfasilitasi sekolah penerima program untuk dibina dan diberikan pemahaman di pelaksanaannya. Pasalnya, penerima program revitalisasi sekolah di tahun 2026 lebih banyak jika dibandingkan tahun 2025 lalu.
Di tahun 2025, Kabupaten Sumbawa mendapatkan kuota 24 sekolah mulai dari jenjang PAUD hingga SMP. Sementara, di tahun 2026 bertambah menjadi 80 sekolah.
Khusus untuk sekolah yang dikhawatirkan melewati tahun anggaran, pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuannya supaya pemerintah daerah tidak salah mengambil langkah ketika sekolah tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
“Kami tetap berkoordinasi dengan kementerian terkait dalam menyikapi kemungkinan yang akan terjadi nanti. Apalagi program revitalisasi sekolah ini merupakan program unggulan pemerintah untuk dilaksanakan,” ttukasnya. (ils)



