Sumbawa Besar (Suara NTB)-Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Sumbawa menyebutkan, proposal investasi Sumbawa Beef menjadi salah satu nominasi di ajang Investments Project Ready to Offer (IPRO) 2026 dari tiga proposal yang diusulkan.
“Hanya Sumbawa Beef saja yang mewakili Sumbawa dari 7 IPRO se-NTB. Kami juga terus melakukan persiapan agar Sumbawa Beef bisa menjadi pemenang di IPRO yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia,” Sekretaris Dinas PMPTSP Kabupaten Sumbawa, H. Iyang Syahruddin kepada Suara NTB, Kamis (29/10).
Menurutnya, proses kurasi terhadap usulan proposal itu juga terus dilakukan pemerintah. Hal itu dilakukan menindaklanjuti adanya kunjungan lokasi yang dilakukan sebelumnya oleh tim BI bersama instansi terkait.
Dijadwlkan, tim BI bersama kurator akan melakukan kurasi kembali terhadap usulan proposal tersebut, sebelum ditentukan Kabupaten Sumbawa masuk 5 besar nasional atau tidak. Jika dinyatakan lolos, maka Sumbawa berhak mengikuti kegiatan investment summit di Jakarta.
“Seluruh persiapan sebagai nominator terus kita lakukan salah satunya dengan kemudahan investasi dalam mewujudkan investasi yang baik,” ucapnya.
Pemerintah juga sudah menyiapkan peraturan daerah tentang percepatan investasi dan pemberian insentif bagi para investor. Dikatakan,kemudahan ini menjadi nilai jual, sehingga iklim investasi di Sumbawa lebih sehat.
Dikatakan, pemerintah memberikan kemudahan investasi bertujuan agar bisa menjadi trigger bagi pembangunan di Kabupaten Sumbawa,sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Ada banyak potensi ekonomi yang bisa terus kita kembangkan dari Sumbawa beef ini terutama bagi masyarakat peternak. Sehingga kedepannya nilai tambah dari program tersebut bisa lebih meningkat,” tambahnya.
Disinggung terkait progres penyusunan studi kelayakan terkait rencana investasi senilai Rp1,8 triliun bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ia mengaku saat ini masih terus berproses di investor yang akan mengelolanya.
Penyusunan dokumenini untuk memastikan kesiapan lokasi untuk pelaksanaan proyek tersebut. Pasalnya, Kabupaten Sumbawa masuk dalam lima besar daerah yang layak sebagai lokasi investasi. Potensi ini telah dilirik oleh sejumlah investor.(ils)
(Suara NTB/ils)
Iyang Syahruddin
Sumbawa Beef Masuk Nominasi Penerima IPRO 2026
Sumbawa Besar (Suara NTB)-
Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Sumbawa menyebutkan, proposal investasi Sumbawa Beef menjadi salah satu nominasi di ajang Investments Project Ready to Offer (IPRO) 2026 dari tiga proposal yang diusulkan.
“Hanya Sumbawa Beef saja yang mewakili Sumbawa dari 7 IPRO se-NTB. Kami juga terus melakukan persiapan agar Sumbawa Beef bisa menjadi pemenang di IPRO yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia,” Sekretaris Dinas PMPTSP Kabupaten Sumbawa, H. Iyang Syahruddin kepada Suara NTB, Kamis (29/10).
Menurutnya, proses kurasi terhadap usulan proposal itu juga terus dilakukan pemerintah. Hal itu dilakukan menindaklanjuti adanya kunjungan lokasi yang dilakukan sebelumnya oleh tim BI bersama instansi terkait.
Dijadwlkan, tim BI bersama kurator akan melakukan kurasi kembali terhadap usulan proposal tersebut, sebelum ditentukan Kabupaten Sumbawa masuk 5 besar nasional atau tidak. Jika dinyatakan lolos, maka Sumbawa berhak mengikuti kegiatan investment summit di Jakarta.
“Seluruh persiapan sebagai nominator terus kita lakukan salah satunya dengan kemudahan investasi dalam mewujudkan investasi yang baik,” ucapnya.
Pemerintah juga sudah menyiapkan peraturan daerah tentang percepatan investasi dan pemberian insentif bagi para investor. Dikatakan,kemudahan ini menjadi nilai jual, sehingga iklim investasi di Sumbawa lebih sehat.
Dikatakan, pemerintah memberikan kemudahan investasi bertujuan agar bisa menjadi trigger bagi pembangunan di Kabupaten Sumbawa,sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Ada banyak potensi ekonomi yang bisa terus kita kembangkan dari Sumbawa beef ini terutama bagi masyarakat peternak. Sehingga kedepannya nilai tambah dari program tersebut bisa lebih meningkat,” tambahnya.
Disinggung terkait progres penyusunan studi kelayakan terkait rencana investasi senilai Rp1,8 triliun bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ia mengaku saat ini masih terus berproses di investor yang akan mengelolanya.
Penyusunan dokumenini untuk memastikan kesiapan lokasi untuk pelaksanaan proyek tersebut. Pasalnya, Kabupaten Sumbawa masuk dalam lima besar daerah yang layak sebagai lokasi investasi. Potensi ini telah dilirik oleh sejumlah investor.(ils)



