Sumbawa Besar (Suara NTB)-Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot berharap program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) yang dilaksanakan Plan International Indonesia berkolaborasi dengan program Sumbawa Hijau Lestari (SHL). Pola sinergi dan kolaborasi diharapkan mampu mendorong aksi nyata dalam pemulihan lingkungan.
“Perlindungan daerah aliran sungai (DAS), serta pengelolaan air dan lahan secara berkelanjutan menjadi atensi pemerintah. Sehingga kedepan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air terutama di musim kemarau,” kata Haji Jarot, Kamis (29/10).
Menurutnya,upaya pelestarian lingkungan tidak boleh berhenti pada sosialisasi, pelatihan, dan penyusunan rencana aksi semata,melainkan harus diwujudkan dalam kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program CERAH memiliki ruang kolaborasi strategis melalui pendampingan petani, pemulihan lahan, konservasi sumber air, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Karena itu, berbagai kegiatan CERAH perlu diselaraskan dengan program dan kebijakan daerah agar lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kami berharap Program CERAH dapat memperkuat upaya pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim,” ucapnya.
Project Kordinator CERAH NTB, Abdurrahman menjelaskan, program ini didukung Australian Air melalui skema ANCP-DFAT. Kegiatan tersebut berlangsung hingga Juni 2028 dengan sasaran 22 desa di tujuh kecamatan mencakup DAS Sumbawa, Moyo, dan Rhee.
Dari program tersebut, tercatat sejumlah capaian sudah mampu diraih. Diantaranya pelatihan agroforestri bagi 48 kelompok tani di 16 desa dengan 536 peserta. Pelatihan pertanian cerdas iklim bagi 47 kelompok tani di enam desa dengan 239 peserta.
“Secara keseluruhan 775 peserta telah mengikuti kedua jenis pelatihan itu. Program CERAH juga telah memfasilitasi penyusunan rencana aksi pengelolaan DAS dan adaptasi perubahan iklim di 22 desa,” ujarnya.
Ia melanjutkan, kegiatan nantinya diarahkan pada pengembangan demplot agroforestri di wilayah hulu dan tengah, pertanian cerdas iklim di wilayah hilir, penguatan koordinasi pengelolaan sumber daya air, serta advokasi kebijakan dan anggaran yang mendukung pelestarian lingkungan. Perempuan, generasi muda, dan penyandang disabilitas juga dilibatkan dalam kampanye serta advokasi pengelolaan air dan lahan. (ils)



