Mataram (Suara TB) – Universitas Mataram (Unram) menggelar kegiatan Pengarahan Pendataan Employer Reputation untuk Pengisian QS World University Rankings (QS WUR) di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram, Senin (2/11/). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Unram dalam memperkuat reputasi institusi di tingkat internasional melalui peningkatan kualitas data dan penguatan hubungan dengan dunia kerja.
Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., yang menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mendorong transformasi dan peningkatan kualitas universitas.
Pengarahan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala UPA Pustik, Cahyo Mustiko Okta Muvianto, Ph.D. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Employer Reputation merupakan salah satu indikator penting dalam pemeringkatan QS WUR. Indikator ini memiliki bobot sebesar 15 persen dalam penilaian QS WUR dan menjadi bagian dari aspek Employability and Outcomes yang secara keseluruhan memiliki bobot 20 persen.
Pendataan Employer Reputation diarahkan untuk memperoleh penilaian dari para pemberi kerja terhadap kualitas lulusan Unram. Oleh karena itu, keterlibatan mitra industri, instansi pemerintah, lembaga, serta berbagai pihak yang memiliki pengalaman bekerja sama dengan lulusan Unram menjadi bagian penting dalam proses pengumpulan data tersebut.
Dalam kegiatan ini juga dipaparkan perkembangan pemeringkatan internasional Unram. Berdasarkan data yang disampaikan, pada tahun 2026 Unram berada pada kategori Out dalam QS WUR, sementara pada QS Sustainability berada di peringkat 1401–1500.
Capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus landasan dalam menyusun strategi peningkatan kinerja universitas. Unram menetapkan sejumlah sasaran transformasi melalui penguatan kualitas pendidikan, produktivitas riset, publikasi internasional, kolaborasi global, serta peningkatan kontribusi terhadap masyarakat.
Selain indikator Employer Reputation, pemaparan turut menyoroti sejumlah indikator QS lainnya, seperti reputasi akademik, sitasi per dosen, rasio dosen dan mahasiswa, rasio dosen internasional, jejaring riset internasional, serta keberagaman mahasiswa internasional.
Data publikasi Scopus dan kepemilikan Scopus ID dosen pada setiap fakultas juga menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan visibilitas dan produktivitas akademik Unram. Penguatan kolaborasi riset internasional turut menjadi salah satu strategi penting, mengingat jumlah mitra internasional yang besar perlu diimbangi dengan kolaborasi produktif dan publikasi bersama yang memenuhi kriteria pemeringkatan.
Melalui kegiatan ini, seluruh unit kerja di lingkungan Unram diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung pendataan, memastikan validitas informasi, serta memperkuat jejaring dengan para pemberi kerja dan mitra strategis.
“Sebagaimana ditekankan dalam materi pengarahan, peringkat bukanlah tujuan utama, melainkan cerminan dari mutu, relevansi, dan manfaat perguruan tinggi bagi masyarakat. Dengan komitmen dan kerja bersama, Unram terus berupaya meningkatkan kualitas institusi sekaligus memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Rektor. (ron)



