BerandaNTBRayakan Bahasa Daerah melalui Panggung FTBI

Rayakan Bahasa Daerah melalui Panggung FTBI

Mataram (Suara NTB) – Pelestarian bahasa daerah tidak hanya hadir melalui ruang kelas atau pembelajaran formal, tetapi melalui beragam ruang ekspresi lainnya. Panggung Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) menjadi salah satu muara perayaan sebagai apresiasi bagi tunas muda Indonesia.


Balai Bahasa Provinsi NTB menguatkan komitmen pelestarian Bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo dengan menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu sebagai media dan ruang kreasi tunas muda dalam mengekspresikan kemampuan berbahasa daerah.


Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa menyampaikan, kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 diselenggarakan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB pada Selasa (3/11) sampai dengan Kamis (5/11). Sebanyak 280 peserta berpartisipasi dalam tujuh mata lomba kategori bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo untuk jenjang SD dan SMP. Tujuh mata lomba tersebut antara lain Membaca Puisi, Mendongeng, Menulis Cerpen, Menulis Aksara, Pidato, Komedi Tunggal, dan Nembang Sasak/Basakeco/Tembang Dali.


Peserta merupakan perwakilan para pemenang I dan II tingkat kabupaten/kota se-NTB. Pada hari pertama, Selasa (3/11), terdapat pelaksanaan empat mata lomba, yaitu Membaca Puisi, Mendongeng, Menulis Cerpen, dan Menulis Aksara.


Ruang pertunjukan dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Kelas Bahasa Sasak, Kelas Bahasa Samawa, dan Kelas Bahasa Mbojo. Peserta secara bergantian menampilkan kemahiran berbahasa daerah sesuai dengan nomor urut. Berbagai ekspresi ditampilkan dalam bahasa daerah. Peserta menunjukkan kepiawaiannya yang memantik rasa ketertarikan juri dan peserta yang hadir menyaksikan lomba ini.


Hal ini juga tidak luput dari perhatian Kepala Balai Bahasa NTB, Arie Andrasyah Isa. Ia menyampaikan kepada para peserta bahwa semangat berbahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo adalah yang paling penting. Menurutnya, semangat anak-anak yang mengikuti lomba ini adalah salah satu bukti bahwa pelestarian bahasa daerah begitu penting dan mendapat tempat dalam pembelajaran kreatif murid.


Untuk itu, ia turut menyemangati, menyaksikan, dan menegaskan bahwa penguatan pembelajaran bahasa daerah melalui mata pelajaran muatan lokal di jenjang SD dan SMP harus diterapkan secara maksimal sebagai pembelajaran utama, bukan lagi bersifat sebagai pembelajaran tambahan atau pilihan.
Pada Kamis (5/11), akan diadakan penutupan, pertunjukan kreasi, pengumuman, serta pemberian hadiah kepada para pemenang. (ron)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO