Mataram (Suara NTB) – Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, secara resmi membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Instruktur Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Materi Muatan Kelokalan serta Sosialisasi Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN). Kegiatan ini dilangsungkan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Mataram, Rabu (4/11).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, Direktur Utama Bank NTB Syariah, para kepala perangkat daerah terkait, serta pimpinan LPK pemerintah maupun swasta dari berbagai kabupaten/kota di NTB.
Dalam arahannya, Sekda menyoroti urgensi pembekalan wawasan kebudayaan dan kearifan lokal bagi para calon pekerja migran asal NTB. Ia membagikan pengalaman faktual terkait pekerja migran yang memiliki kompetensi teknis dan kecakapan berbahasa asing yang sangat baik, namun kerap mengalami kendala ketika diminta menceritakan potensi daerah asal di hadapan pihak luar.
“Jangan sampai kemudian anak-anak kita ini lebih hafal kasino di luar negeri daripada apa yang ada di sekitar kita. Keterampilan tanpa integritas tentu sangat-sangat berisiko, tapi integritas tanpa keterampilan juga belum cukup,” tegas Abul Chair.
Sebanyak 50 instruktur LPK dipersiapkan secara khusus untuk mengintegrasikan materi muatan kelokalan ke dalam kurikulum pelatihan vokasi. Dengan demikian, para peserta pemagangan dan calon pekerja migran tidak hanya dibekali keahlian profesional berstandar industri. Tetapi juga diarahkan untuk bertindak sebagai duta budaya dan pariwisata yang aktif mempromosikan destinasi wisata, kuliner autentik, ekonomi kreatif, hingga kekayaan tradisi NTB seperti kesenian Peresean dan budaya Nyongkolan di panggung internasional.
Sekda NTB menegaskan bahwa evaluasi pengiriman tenaga kerja ke luar negeri—yang setiap tahunnya memberangkatkan lebih dari 35.000 warga NTB sebagai pekerja migran serta lebih dari 2.000 peserta pemagangan—tidak boleh terjebak pada orientasi kuantitas angka keberangkatan semata.
Kebijakan penempatan tenaga kerja harus mampu menjawab tiga pilar fundamental: sejauh mana kesiapan kompetensi dan mental mereka, tingkat perlindungan yang dijamin selama bertugas, serta sejauh mana multiplier effect dan manfaat ekonomi nyata yang dibawa kembali bagi keluarga dan daerah sekembalinya ke Tanah Air.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan, menyampaikan bahwa langkah progresif ini merupakan strategi terpadu dalam menopang visi besar “NTB Makmur Mendunia”. Melalui pembekalan instruktur LPK, nilai-nilai ketangguhan, etos kerja, dan kearifan lokal dapat ditransfer secara efektif kepada para peserta pelatihan.
Selain penguatan muatan kelokalan, agenda strategis dalam acara ini juga diisi dengan sosialisasi program POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran) sebagai wujud kolaborasi lintas sektor antara Disnakertrans dan Kepolisian Daerah (Polda) NTB dalam mereduksi angka pengangguran secara komprehensif.
Langkah mitigasi kesejahteraan juga diperkuat melalui sosialisasi akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan peserta pemagangan hasil kerja sama strategis dengan Bank NTB Syariah. Skema ini diharapkan mampu mendongkrak literasi keuangan para pekerja migran, sehingga mereka terhindar dari jeratan rentenir maupun persoalan finansial pelik sepulangnya dari luar negeri.
Melalui penyelenggaraan ini, Pemerintah Provinsi NTB optimistis dapat melahirkan jajaran instruktur vokasi yang andal—tidak hanya cakap mentransfer keahlian teknis, tetapi juga mampu menyalakan semangat kebangsaan dan membentangkan jalan masa depan yang gemilang bagi generasi muda Bumi Gora. (r/ham)



