Mataram (Suara NTB) – Anggota Fraksi gabungan Amanat Bintang Nurani Rakyat (ABNR) DPRD Provinsi NTB, Muhammad Aminurlah melayangkan protes keras kepada pimpinan fraksinya lantaran dinilai tidak demokratis dalam pembagian peran anggota fraksi di DPRD.
Aminurrlah menilai Ketua Fraksi gabungan ABNR, Hasbullah Muis Konco bersikap otoriter. Hal itu disampaikan karena dirinya tidak dihargai saat penentuan anggota Panitia Khusus Tata Tertib (Pansus Tatib) DPRD NTB.
“Harusnya hasil rapat pimpinan DPRD sementara dengan pimpinan fraksi untuk penentuan anggota pansus yang diutus setiap fraksi itu. Ketua Fraksi ABNR memusyawarahkan terlebih dulu dengan anggota fraksi, bukan langsung ujug-ujug begitu. Setiap penentuan kebijakan di DPRD ada aturan dan mekanismenya,” ujar Aminurrlah.
Lebih lanjut disampaikan Bendahara DPW PAN NTB itu bahwa ketua fraksi mestinya tidak bertindak sebagai penguasa dengan menunjuk anggota semau-maunya tanpa melalui mekanisme musyawarah.
“Partai ini bukan milik nenek moyang anda. Jangan seenaknya mengambil kebijakan tanpa melibatkan anggota fraksi. Ini tidak adil dan ootriter dilakukan oleh ketua Fraksi ini,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima 3 periode itu.
Politisi PAN itu menegaskan, akan siap menjadi oposisi selama dirinya berada di gedung Udayana itu. Oposisi dari setiap keputusan dan kebijakan baik pimpinan DPRD, fraksi lebih-lebih eksekutif. “Saya siap menjadi oposisi selama lima tahun ke depan. Tidak masalah kalau begini modelnya,” ancamnya.
Pihaknya meminta Ketua DPW PAN NTB untuk mengevaluasi Hasbullah Muis Konco sebagai ketua Fraksi Gabungan utusan PAN tersebut. “Saya minta ketua DPW PAN untuk mengevaluasinya,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah Ketua Fraksi gabungan ABNR, Hasbullah Muis Konco belum memberikan tanggapan sampai berita ini diturunkan. Diketahui, Fraksi ABNR adalah gabungan fraksi PAN 4 kursi, PBB 2 kursi dan Hanura 1 kursi. Fraksi gabungan tersebut dipimpin oleh dari utusan PAN yaitu Hasbullah Muis Konco.
Namun demikian Ketua DPW PAN NTB, H Muazzim yang dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi soal itu. Namun dia berjanji akan mengkonfirmasi hal tersebut ke fraksi. “Saya baru dengar informasi. Nanti coba kita tanyakan dulu ke fraksi,” kata Muazzim. (ndi)



