SEBANYAK 11 anggota DPR RI dapil NTB 1 dan NTB 2 telah dilantik bersama lebih dari 500 anggota dewan se Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2024, salah satunya H. Abdul Hadi, SE., MM. Usai dilantik menjadi wakil rakyat di Senayan, ia menegaskan kesiapannya bakal memperjuangkan kesejahteraan petani NTB melalui peran yang dimilikinya.
Apalagi NTB dinilai memiliki potensi yang besar. Terlebih NTB sendiri diketahui menjadi salah satu daerah yang menjadi lumbung pangan Nasional.
“NTB mempunyai potensi yang sangat besar sebagai lumbung pangan Nasional, diantaranya NTB memproduksi padi sekitar 1,54 juta ton tahun 2023, yang tersebar di Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis (3/10).
“Selama ini NTB sudah menjadi pemasok beras ke wilayah Indonesia bagian timur yang masih kekurangan stok pangan,” sambung politisi PKS tersebut.
Menurut Abdul Hadi, disamping produksi beras, NTB juga merupakan produsen jagung yang cukup tinggi di tahun 2023, yakni sebesar 1,28 juta ton.
Tak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa, NTB bahkan memiliki potensi di pengembangan komoditas hortikultura seperti bawang merah, mangga, jeruk, pisang dan lainnya.
Di tengah potensi besar yang dimiliki NTB itu, mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi itu juga tak menampik bahwa NTB memiliki beberapa tantangan.
“Tantangan yang harus dihadapi oleh NTB adalah support dan komitmen dari pemerintah untuk memanjukan sektor pertanian,” tegasnya.
Ia memaparkan, tantangan pertanian itu antara lain yaitu biaya produksi pertanian yang semakin tinggi, sementara harga komoditas yang cenderung fluktuatif.
Tingginya biaya produksi pertanian dikarenakan semakin mahalnya harga sarana dan prasarana produksi pertanian, yakni seperti halnya pupuk, pestisida, benih dan lainnya. Hal ini menjadi keprihatinannya. Oleh karenanya, dia menilai persoalan petani harus menjadi atensi bersama.
“Dan hal ini juga ditambah dengan harga komoditi pertanian yang justru anjlok di saat panen, sehingga dalam hal ini harus ada perhatian serius pemerintah untuk bisa mengatasinya,” tegas Abdul Hadi.
Menurut dia, kehadiran bantuan pemerintah pun selama ini banyak yang terkesan sia-sia. “Sebab kebanyakan salah sasaran dan tidak sesuai peruntukan dan kecocokan. Sehingga terkesan membuang-buang anggaran, serta banyak kasus-kasus di lapangan,” katanya.
Oleh karenanya, untuk menyikapi berbagai persoalan khususnya berkaitan dengan petani di NTB di tingkat Nasional, Abdul Hadi meminta dukungan dari masyarakat NTB.
“Mohon doa dan support masyarakat NTB, agar (saya) bisa memberikan kontribusi untuk kesejahteraan petani NTB sebagai lumbung pangan nasional dengan memaksimalkan peran sebagai anggota DPR RI,” tutupnya.(ris)



