Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman (PRKP) Sumbawa, memastikan untuk penilaian harga lahan terdampak program Sistem Penyiapan Air Minum (SPAM) Ai Ngelar tinggal dilakukan sosialisasi lebih lanjut.
“Kalau untuk penilaian harga oleh tim Appraisal sudah selesai tinggal kita lakukan sosialisasi lebih lanjut kepada pemilik lahan yang terdampak pembangunan,” Kepala Dinas PRKP Pipin Shakti Bitongo kepada Suara NTB, Kamis, 24 Oktober 2024.
Pipin melanjutkan, berdasarkan hasil identifikasi dan pengukuran di lapangan tujuh bidang tanah tersebut sudah tidak ada masalah lagi dari pemilik tanah. Pihaknya juga memastikan segera melakukan sosialisasi terkait hasil penilaian harga oleh tim appraisal.
“Jadi, dari pemilik tanah sudah tidak ada masalah dan kami berharap hasil dari tim appraisal bisa diterima masyarakat agar proyek tersebut bisa dikerjakan awal tahun,” ujarnya.
Pipin pun meyakinkan, di proyek tersebut tidak hanya pembangunan SPAM saja, melainkan akan dibangun juga bendung di lokasi tersebut. Bendung inj nantinya akan berfungsi sebagai penampung air dan areal untuk pembuangan lumpur.
“Sengaja kita kejar tuntas tahun inj untuk pengadaan lahannya sehingga di awal tahun 2025 bisa langsung dibangun dan tidak ada persoalan lagi,” tambahnya.
Ia menambahkan, untuk luas secara keseluruhan lahan yang dibutuhkan untuk program SPAM tersebut mencapai 7.357 meter persegi atau sekitar 73, 57 are. Hal tersebut merupakan hasil pengukuran dari BPN karena ada sempadan sungai yang tidak bisa dihitung untuk proses ganti untung.
“Jadi, pada intinya kami mengukur berdasarkan patok yang sudah dipasang oleh Konsultan pengawas dalam menentukan besaran nilai ganti untung yang harus dibayar ke masyarakat,” timpalnya.
Program ini lanjut Pipin dihajatkan untuk memenuhi ketersediaan air baku bagi masyarakat. Sehingga air baku di beberapa wilayah seperti Kecamatan Sumbawa, Moyo Hulu, Unter Iwes, Labuhan Badas dan Samota bisa terlayani.
“Jika program SPAM Ai Ngelar ini terwujud, maka akan ada sekitar 4000 sambungan rumah yang akan terlayani nantinya apalagi kapasitas air bersih yang bisa dihasilkan mencapai 100 liter per detik,” tukasnya. (ils)



