Mataram (Suara NTB) – Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah dan Madrasah (Fosisma) Provinsi NTB menggelar kemah kepemimpinan di Taman Budaya NTB, Kota Mataram, Minggu, 27 Oktober 2024 sampai dengan Senin, 28 Oktober 2024. Kemah yang mengusung tajuk “Independent Student Camp (ISC) 2024” itu diikuti sebanyak 500 siswa-siswi. Namun, kemah tersebut sempat diwarnai kekurangan air bersih untuk mandi para peserta.
Sejumlah pembimbing mengeluhkan ketidaksiapan panitia terkait penyiapan air bersih. Meski demikian, panitia berusaha mengatasi persoalan tersebut. “Peserta kemah yang diikuti SMA/SMK se-NTB terlantar. Panitianya tidak menyediakan air. Tentu saja kamar mandi Taman Budaya tidak cukup untuk melayani ratusan peserta,” ungkap salah satu pembimbing, Minggu, 27 Oktober 2024.
Terkait keluhan itu, Ketua Panitia, Haedir Ali mengaku, pihaknya telah menyediakan air bersih, tetapi dengan jumlah terbatas. Kondisi itu terjadi karena sempat terjadi miskomunikasi antara panitia. Awalnya, pihaknya telah menyiapkan fasilitas lima mobil kamar mandi. Satu mobil terdapat dua bilik kamar mandi.
“Ternyata, setelah ketua umum kembali konfirmasi ke saya, dananya hanya cukup untuk satu mobil,” ungkapnya.
Pihaknya segera mencari solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Panitia mengarahkan para peserta untuk menggunakan kamar mandi yang ada di wisma Taman Budaya NTB dan musala. “Kami dari panitia akan mengusahakan yang terbaik,” ujar Haedir.
Peserta kemah terdiri dari dua orang perwakilan OSIS setiap sekolah se-NTB. Peserta membayar Rp250 ribu untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Haedir menyampaikan, peserta akan menerima sejumlah fasilitas, mulai dari kaos kegiatan, sertifikat, dan fasilitas lainya. Kegiatan ISC digelar setiap tahun. ISC tahun 2024 merupakan kegiatan generasi ketiga yang digelar Fosisma NTB. “Dari generasi satu sampai ketiga selalu diadakan di Taman Budaya NTB,” ujarnya. (ron)



