spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaPOLHUKAMPOLITIKPastikan Tak Ada Pergeseran Suara, Pleno Rekapitulasi KPU Kota Mataram Tuntas dan...

Pastikan Tak Ada Pergeseran Suara, Pleno Rekapitulasi KPU Kota Mataram Tuntas dan Aman

Mataram (Suara NTB) – KPU Kota Mataram telah berhasil menuntaskan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pemilu 2024 pada Minggu 03 Maret 2024. Rapat pleno rekapitulasi suara kota Mataram terpantau berjalan dengan lancar, meski di beberapa kecamatan muncul dinamika terkait dengan permasalahan proses dan administrasi. Namun hal tersebut tidak sampai mempengaruhi atau merubah perolehan suara peserta pemilu.

Ketua KPU Kota Mataram, Edy Putrawan kepada wartawan menyampaikan pleno rekapitulasi suara di KPU tersebut merupakan ujung dari seluruh tahapan Pemilu 2024. Sehingga apapun hasil akhir terkait perolehan suara peserta pemilu yang diputuskan dalam rapat pleno rekapitulasi tersebut diharapkan dapat diterima oleh semua pihak.

“Pemilu ini ada ajang kompetisi, ajang persaingan, ajang pertandingan dari setiap peserta pemilu. Karena itu tentu ada namanya kalah-menang. Kita sudah sama-sama mengawal proses pemilu ini dari awal sampai akhir. Apapun hasilnya tidak ada yang merasa dirugikan dan dizolimi, kita harapkan keberterimaan dari semua pihak, khususnya peserta pemilu,” ujar Edy.

Edy menegaskan bahwa pihaknya sebagai penyelenggara pemilu telah berkomitmen kuat untuk melaksanakan pemilu 2024 secara Jujur, adil, demokratis dan transparan. Sehingga mulai dari proses awal sampai hasil akhir selalu mengendepankan integritas, berpedoman kuat pada regulasi pemilu.

“Transparansi, akuntabel, demokratis dan integeritas adalah hal mutlak bagi kami penyelenggara. Tidak ada tawar-menawar untuk integritas, kami jamin. Kami pastikan tidak ada yang namanya pergeseran-pergeseran suara, tidak ada namanya jual-beli suara, karena ini sudah jadi komitmen kami. Maka tidak ada orang menang atau kalah karena dizolimi, itu kami pastikan,” tegasnya.

Dikatakan Edy bahwa menang dan kalah tersebut murni merupakan hasil dari pilihan rakyat. KPU sebagai penyelenggara pemilu hanya berfungsi sebagai kalkulator, menjumlahkan suara yang sudah diberikan rakyat. Siapa yang paling besar hasil penjumlahan suara rakyat, maka itulah nantinya yang akan ditetapkan sebagai calon terpilih.

“Sehingga proses kompetisi itu sesungguhnya ada di masyarakat, karena pilihan masyarakatlah yang menentukan siapa yang menang dan kalah, bukan kami. Apapun hasil rekapitulasi KPU ini, siapa pun jadi juaranya itulah pilihan masyarakat kota Mataram, tidak ada ini itu pesanan, tapi murni pilihan masyarakat, siapapun pemenangnya dialah yang dipercayakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Jikapun ada keberatan dari peserta pemilu karena perbedaan hasil, dikatakan Edy bahwa semua itu sudah ada mekanismenya. Semua peserta pemilu lewat saksi masing-masing diberikan kesempatan yang sama untuk mengajukan keberatan, dan pihaknya akan melakukan pembuktian sampai seterang-terangnya sehingga proses dan hasil pemilu menjadi legitimate untuk diterima semua pihak.

“Jika nanti ada peserta pemilu yang tidak terima, maka ajukan keberatan dengan data, tidak pakai asumsi, tunjukkan by data. Karena kami bekerja berdasarkan data, dalam proses rekapitulasi disemua tingkatan kami terbuka. Jika ada angka yang berbeda maka rujukannya adalah C-hasil, kita buka. Jika ada yang menggeser suara akan kami proses,” katanya.

Edi juga menyinggung terkait ketegangan-ketegangan yang terjadi saat rekapitulasi di beberapa kecamatan. Bahkan beberapa dari peserta pemilu terpantau memobilisasi massa pendukungnya untuk ikut mengawal proses rekapitulasi suara di kecamatan. Namun bagi KPU upaya memobilisasi massa ke lokasi rekapitulasi kecamatan tersebut tidak dilihatnya sebagai upaya intimidasi, tapi justru hal itu dinilai positif karena semakin banyak orang yang datang menyaksikan langsung, menunjukkan bahwa proses rekapitulasi yang dilakukan oleh jajaran KPU berpangsung sangat transparan.

“Dibeberapa kecamatan kemarin kami pantau begitu ramai dan antusias dari peserta, dan kami berterimakasih karena sudah antusias dalam mengikuti rekapitulasi di kecamatan. Karena dengan hadirnya bapak-ibu di rekapitulasi kecamatan kemarin, itu memastikan tidak ada yang namanya permainan-permainan. Bapak ibu bisa saksikan sendiri proses rekapitulasinya,” kata Edi.

Terakhir Edy pun menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak jika selama proses pemilu berlangsung, terdapat pelayanan KPU yang dirasakan kurang. Namun di tengah kekurangan itu, proses pelaksanaan pemilu di Kota Mataram dinilai berjalan dengan baik, aman dan lancar. Hal itu terbukti dengan tidak adanya gesekan ditengah masyarakat.

“Jika ada yang merasa belum terpuaskan atas pelayanan kami, kami mohon maafkan karena kami tidak mungkin bisa memuaskan semua pihak, wabil khusus peserta pemilu. Kita syukuri pemilu di Kota Mataram berjalan dengan lancar tanpa ada keributan dan gangguan. Sehingga harapan kami setelah ini agar yang menang merangkul yang kalah, dan yang kalah mendukung yang menang. Karena yang menany sesungguhnya adalah warga kota Mataram,” pungkasnya. (ndi)

 

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO