Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka implementasi surat edaran Gubernur No 800/74/Satpol PP 2024 tanggal 8 Maret 2024, regu empat Satpol PP Provinsi NTB melakukan patroli cipta kondisi ketertiban umum dan ketentraman masyarakat (Tibumtranmas) dengan menyusuri beberapa lokasi di Kota Mataram.
Patroli yang dilakukan hari Jumat, 29 Maret 2024 ini memastikan bahwa tidak ada pemilik atau pengelola warung, restoran, kafe, rumah makan siap saji dan sejenisnya yang membuka kegiatannya sampai dengan pukul 17.30 Wita.
Wakil Koordinator Regu Empat Satpol PP, Muhammad Tayeb mengaku bahwa masyarakat sudah mengerti dan mematuhi Surat Edaran Gubernur tersebut, sehingga tidak ditemukan satupun warung, rumah makan, kafe dan sejenisnya yang membuka kegiatannya.
“Berdasarkan hasil pemantauan kita di lapangan ini, syukur alhamdulillah jadi masyarakat itu sudah mulai sadar, jadi bisa dikatakan masyarakat sudah mematuhi apa yang termuat dalam surat edaran tersebut. Jadi sudah tidak ada lagi masyarakat yang membuka warung pada saat umat muslim menjalankan ibadah puasa,” katanya.
Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa selain memastikan pemilik warung, rumah makan, kafe dan sejenisnya, Satpol PP juga memastikan bahwa pemilik karaoke tidak membuka kegiatannya selama bulan Ramadhan. Selain itu juga memastikan bahwa tidak ada penggunaan petasan khususnya pada saat salat Tarawih yang terindikasi mengganggu masyarakat saat ibadah.
Dalam melaksanakan kegiatan patroli ini, Satpol PP memiliki empat tim dalam pelaksanaannya. Setiap tim akan melakukan operasi tiap hari mulai dari pagi, siang, malam, hingga subuh setelah sahur. Karena banyak didapatkan aksi balap lari dan sebagainya pada saat sahur yang terindikasi mengganggu kenyamanan masyarakat.
Kemudian, Satpol PP juga melakukan patroli on time atau ketika ada laporan dari masyarakat. Apapun waktunya, ketika ada panggilan dari masyarakat, Satpol PP siap turun untuk membantu membubarkan atau mengamankan aksi tersebut.
“Terkadang ada laporan-laporan masyarakat, kadang-kadang katakanlah habis salat subuh kan, kita akan turun karena kita punya regu tim khusus namanya tim sigap, ketika ada laporan-laporan dari masyarakat yang sifatnya mendadak dan emergency tim itulah yang akan turun di lapangan,” jelasnya. (era)


