Dompu (Suara NTB) – Anak usia 7 tahun dan remaja usia 17 tahun ditemukan positif menderita HIV di Kabupaten Dompu. Kasus baru HIV ini ditemukan sebanyak 4 orang selama Januari 2025, satu diantaranya perempuan dan 3 lainnya laki – laki.
Jumlah ini diperkirakan masih banyak, karena temuan kasus baru ini saat penderita mendapat layanan kesehatan pada fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada. Penderita juga cenderung tidak terbuka dalam mengungkap jaringan yang pernah berhubungan dengannya. Sehingga menyulitkan petugas dalam mendeteksi penyebaran virus HIV.
Hal itu diakui Kepala Bidang Pelayanan, Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Maria Ulfah, SST., M.Kes yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis, 6 Maret 2025. “Untuk kasus baru HIV tahun 2025 ini ada 4 kasus. Empat kasus ini ditemukan pada Januari 2025,” kata Maria Ulfa.
Anak usia 7 tahun yang ditemukan positif HIV diketahui berasal dari luar Kabupaten Dompu. Anaknya dideteksi karena sempat dirawat di Dompu. Sementara 3 orang lainnya merupakan warga Dompu dan satu diantaranya merupakan ibu hamil. Ketiga penderita ini berusia 17 tahun, 20 tahun, dan 32 tahun.
Penyebaran virus HIV ini akibat perilaku seks bebas dan penggunaan jarum suntik. Virus HIV ini menyasar kekebalan tubuh penderita dan menyebabkan komplikasi penyakit. Deteksi virus pada setiap orang berbeda dan sangat bergantung pada kekebalan tubuhnya. Sehingga dibutuhkan screening bagi pelaku yang pernah berhubungan dengan penderita untuk menghentikan penyebarannya.
“Tahun kemarin ada kasus pada anak usia sekolah. Kita ndak mungkin lakukan screening secara terbuka. Karena HIV itu, ada perlakukan khusus dan identitas penderita harus ditutup, kecuali atas permintaan sendiri,” katanya.
Hj. Maria Ulfah juga mengungkapkan, upaya deteksi kasus HIV saat ini dilakukan bersamaan dengan screening penderita Tuberkulosis (TB). Setiap screening kasus TB juga diikuti dengan screening penderita HIV. “Penderita positif TB yang ditemukan positif HIV tahun 2023 ada 4 orang, dan tahun 2024 ada 3 orang,” ungkapnya. (ula)



