Praya (Suara NTB) – Idulfiitri yang harusnya menjadi hari yang berbahagia justru berakhir tragis bagi tiga warga Desa Jelantik Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng), Ergi (15), Iwan (16) serta M. Imron (23). Ketiganya terpaksa harus mendapat perawatan medis setelah terkena ledakan petasan rakitan seberat 8 kilogram, Senin (31/3/2025).
Dua korban yakni Ergi dan Iwan kini terpaksa berlebaran di Puskesmas Puyung. Sementara M. Imron, harus dirujuk ke RSU Provinsi NTB karena arus mendapat perawatan medis atas luka bakar yang dideritanya. “Kejadian tragis tersebut berlangsung pada sekitar pukul 16.00 Wita,” ungkap Kasi. Humas Polres Loteng Iptu Lalu Brata Kusnadi, saat dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (1/4/2025).
Kejadian bermula saat korban M. Imran serta Ergi hendak menyalakan petasan rakitan sisa perayaan takbiran yang tidak habis dibakar malam sebelumnya. Petasan tersebut dibawa ke pinggir sungai desa setempat. Setelah diletakkan dipinggir sungai, petasan tersebut lantas coba dinyalakan oleh korban. Namun, tidak kunjung meledak.
Beberapa kali dicoba petasan tersebut tidak juga meledak. Mengira petasan tersebut rusak, kedua korban lantas membawanya ke rumah Arifin untuk diperiksa. Di sana sudah ada korban Iwan. Setelah sempat diutak-atik, tiba-tiba petasan tersebut meledak. Membuat kedua korban terpental beberapa meter dari sumber ledakan.
Kerasnya suara ledakan membuat warga sekitar kaget. Beberapa warga kemudian mendatangi lokasi kejadian dan menemukan para korban sudah tergelatak dengan luka dibeberapa bagian tubuhnya. Tanpa menunggu lama, warga kemudian mengevakuasi para korban untuk selanjutnya dibawa ke Puskesmas Puyung.
M. Imron terpaksa harus dirujuk ke RSUD Provinsi NTB, lantaran mengalami luka serius. Di mana jempol dan jari telunjuk tangan kirinya putus. Tidak hanya itu korban juga mengalami patah tulang pada kaki kirinya. Ada pun korban Ergi mengalami luka bakar pada bagian paha, kaki kiri dan kanan hingga ke alat vitalnya.
Satu korban lainnya Iwan, memang tidak mengalami luka serius. Tetapi tidak sadarkan diri bahkan saat dibawa ke Puskesmas Puyung. Aparat kepolisian kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, sekaligus memastikan tidak ada korban lain selain ketiga korban tersebut.
Kejadian tersebut diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat akan bahayanya mengalakan petasan. Sehingga menyalakan petasan baiknya dihindari. “Semoga kejadian ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Akan bahaya menyalakan petasan,” ujar Brata seraya menambahkan, hingga saat ini para korban masih menjalani perawatan medis. (kir)



