Mataram (Suara NTB) – Organisasi masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia, diduga mulai meresahkan dengan berbagai indikasi aksi premanisme. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik akan membentuk satuan tugas pemantau orgmas di Kota Mataram.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mataram, Zarkasyi dikonfirmasi pada, Rabu (14/5) menerangkan, hasil rapat bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia meminta kabupaten/kota maupun provinsi untuk membentuk satuan tugas pemantau organisasi masyarakat. Tujuannya agar keberadaan ormas di daerah terpantau dan dapat dikendalikan.
Keberadaan ormas diharapkan tidak menimbulkan gangguan melainkan menjadi mitra strategis pemerintah sesuai arahan pemerintah pusat. “Kita akan bentuk satgas pemantau ormas sehingga keberadaan ormas terpatau dan dikendalikan,” terangnya.
Pihaknya akan melakukan pendataan terhadap ormas. Selama ini, keberadaan ormas dapat terdeteksi jika membutuhkan sesuatu di pemerintah. Bakesbangpol kata dia, akan jemput bola sehingga keberadaan ormas betul-betul dipantau.
Mantan Camat Mataram menegaskan, keresahan Presiden H. Prabowo Subianto terhadap keberadaan ormas sebenarnya sama saja terjadi di Kota Mataram. “Oleh karena itu, keberadaan ormas ini harus mendapatkan perhatian dari pemerintah,” tegasnya.
Ormas yang tidak mendaftarkan diri akan turun dicek keberadaan mereka. Artinya, mereka tidak mungkin dibubarkan karena tidak memiliki legalitas atau tidak diakui keberadaannya oleh pemerintah.
Zarkasyi menambahkan, ormas ini sifatnya lokal dan nasional. Ormas lokal perlu mendaftarkan diri ke Bakesbangpol Kota Mataram. Sedangkan, ormas nasional harus terdaftar di nasional tetapi SK pembentukannya perlu diketahui di daerah. “Kalau yang tidak resmi tidak perlu dibubarkan karena apanya dibubarkan mereka saja tidak diakui keberadaannya,” ujarnya.
Bagaimana dengan ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB)? Zarkasyi mengaku, ormas belum ada di NTB dan Kota Mataram khususnya. Ormas yang dibawah komando Hercules ini, dikabarkan berada di Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. (cem)



