Giri Menang (Suara NTB) – Kondisi kendaraan pengangkut sampah di Lombok Barat (Lobar) cukup memperihatinkan. Di samping minim, kondisinya juga tak layak. Mesin kendaraan mogok dan ban roda rusak, karena minim perawatan. Hal ini menghambat proses pembuangan sampah dari TPS ke TPA Kebon Kongok.
Seperti kendaraan pengangkut sampah di TPS Kediri. Mesin kendaraan ngadat, sehingga sempat tidak bisa beroperasi. Ditambah ban roda pecah. Ban kendaraan rusak dan menipis hingga tersisa ban dalamnya saja, karena tidak pernah diganti. Begitupula bak kendaraan pengangkut sampah ini sudah hancur, besi berkarat dan jebol di mana-mana. “Ini tidak layak,” seloroh petugas.
Ada juga armada pengangkut sampah di TPS itu yang kondisinya nyaris sama. Kurang layak pakai untuk mengangkut sampah. Kendati kondisi tak layak, namun kendaraan sampah ini tetap dioperasikan. Di TPS Kediri, sampah menumpuk sejak beberapa hari terakhir. Sampah bahkan hingga meluber ke badan jalan. Sampah rumah tangga yang dibuang di TPS ini menimbulkan bau tak sedap, sehingga mengganggu warga sekitar dan pengguna jalan.
TPS ini sering diusulkan oleh Pemdes Kediri dan sejumlah tokoh agar dipindah ke tempat lain, karena di samping mengganggu jalan nasional, juga menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan pondok pesantren yang ada di wilayah setempat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar H. L. Najamudin menerangkan pihaknya segera menindaklanjuti penanganan sampah di TPS Kediri. “Segera kami tindaklanjuti,” katanya.
Terkait kondisi tumpukan sampah dan armada yang belum memadai serta rusak, diakuinya menjadi atensi serius pihaknya. “Itu menjadi perhatian kami,” imbuhnya.
Dari data TPA Kebon Kongok, pemkab Lobar memiliki 18 truk yang membuang sampah sampah ke TPA. Kalau dihitung dua kali rit, maka jumlah angkutan sebanyak 54 rit per hari. Sedangkan jumlah armada Kota Mataram sebanyak 47 yang membuang sampah ke TPAR Kebon Kongok. (her)


