Mataram (Suara NTB) – Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana melobi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia untuk pembangunan rumah susun sederhana sewa. Pembangunan rusunawa di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, dinilai mendesak. “Saya juga sudah lobi Kementerian PKP melalui saluran yang lain untuk membantu membangun rusunawa,” terangnya ditemui usai menghadiri penilaian lomba kelurahan tingkat provinsi di Kantor Lurah Pagesangan Barat pada, Jumat, 13 Juni 2025.
Kedatangan Wakil Menteri PKP, H. Fahri Hamzah ke Mataram juga dimanfaatkan untuk menyampaikan permasalahan tersebut. Walaupun kata dia, tidak disinggung secara langsung tentang pembangunan rusunawa di Bintaro. Akan tetapi, Wamen PKP sudah berkunjung langsung ke lokasi rusunawa dan diberikan peluang untuk dibangun. “Pak Asisten I yang hadir dan menyampaikan permasalahan itu juga,” terangnya.
Rusunawa Bintaro dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya, Pemkot Mataram harus mempersiapkan hunian yang permanen, aman, dan nyaman bagi warga Lingkungan Pondok Perasi yang tidak memiliki tempat tinggal.
Orang nomor satu di Kota Mataram mengaku, sedang aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar rencana pembangunan rusunawa dapat dikonkritkan tahun ini. “Saya berharap tahun ini bisa dilaksanakan pembangunan rusunawa ini,” harapnya.
Kapasitas rusunawa yang akan dibangun diharapkan sama seperti satu twin blok yang sudah ada sebelumnya. Persoalan kebutuhan lainnya terus akan berkembang tergantung permintaan masyarakat.
Wali Kota dua periode ini menambahkan, permintaan pembangunan rusunawa difokuskan di satu lokasi karena ketersediaan lahan dan di lokasi tersebut sedang dibutuhkan oleh masyarakat.
Seperti diketahui, pembangunan rusunawa di Bintaro menjadi bagian skenario untuk menyelesaikan permasalahan sosial di wilayah tersebut. Pemukiman warga Lingkungan Pondok Perasi digusur oleh Hj. Ratna Sari Dewi selaku pemilik lahan.
Pemkot Mataram telah menyiapkan skenario untuk menangani dampak sosialnya seperti pembangunan tenda darurat, dapur umum, dan hunian sementara. (cem)


