spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEDapat Bantuan Program Revitalisasi

Dapat Bantuan Program Revitalisasi

SEBANYAK 7 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di NTB mendapatkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan 2025. Revitalisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas sekolah. Adapun sekolah-sekolah kejuruan di NTB yang mendapatkan bantuan revitalisasi tersebut di antaranya, SMKPP Negeri Mataram, SMKN 2 Selong, SMKN 1 Kuripan, SMKN 4 Kota Bima, SMKN 1 Praya Barat, SMKS 45 Kota Bima, dan SMK Islam Sumbawa Besar.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Supriadi mengatakan, sekolah-sekolah kejuruan yang mendapatkan bantuan revitalisasi merupakan sekolah yang memenuhi kriteria.

“Yang memenuhi kriteria saja. Yang kemarin termasuk dalam daftar itu, sekitar 12 (SMK), tetapi yang dilakukan bimtek (bimbingan teknis) kemarin ditahap itu hanya 7 sekolah. Ada sekitar 5 sekolah yang belum dipanggil untuk daftar Bimtek,” katanya kepada Suara NTB, Jumat 13 Juni 2025.

Supriadi menjelaskan, bantuan revitalisasi tersebut diberikan kepada sekolah yang mengalami kerusakan fasilitas yang berat. Sekolah yang hendak mendapatkan bantuan revitalisasi sebelumnya harus memasukkan dan menyusun data terkait kerusakan fasilitas sekolah di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Nah, kalau dia misalnya mampu menyusun data, misalnya dia rusak berat, dia mampu menyajikan itu di Dapodik dan terbaca, maka dia akan menjadi nominator untuk diberikan bantuan itu,” jelas mantan Plt. Kabid Pendidikan SMA itu.

Bantuan revitalisasi nantinya digunakan untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan. “Untuk membangun ruang kelas, rehab ruang kelas, RPS (Ruang Praktik Siswa), toilet, ruang OSIS, ruang guru, BK, dan fasilitas sekolah yang rusak itu yang akan dibangunkan. Dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Terkait jumlah dana yang akan diberikan kepada sekolah tergantung pada tingkat kerusakan fasilitas sekolah. Oleh karena itu, pemerintah memfasilitasi setiap kepala satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan revitalisasi untuk melaksanakan bimtek. Dalam bimtek tersebut kepala sekolah akan melakukan penyusunan dan perencanaan anggaran perbaikan.

“Jadi misalnya dia punya ruangan yang mau direvitalisasi itu kan sepuluh dia jenisnya. Nanti dia akan berhitung. Jadi uang itu seusai dengan yang dia rencanakan,” terang Supriadi.

Ia menambahkan, dana tersebut juga akan langsung diberikan kepada pihak sekolah. Pun, untuk perencanaan dan pembangunan juga dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan program revitalisasi sekolah pada acara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) beberapa waktu lalu.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang Pendidikan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan sekolah yang layak. (sib)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO