spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAKorban Speed Boat di Laut Wahr, Tangis Haru Warnai Prosesi Pemakaman Septian...

Korban Speed Boat di Laut Wahr, Tangis Haru Warnai Prosesi Pemakaman Septian Eka Rahmadi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Septian Eka Rahmadi korban meninggal akibat kapal terbalik pasca diterjang ombak di perairan Wahr, Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa, 1 Juli 2025 sekitar pukul 15.28 wita dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, di Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa.

Jenazah tiba di Sumbawa menggunakan ambulans Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, sekitar pukul 15.00 wita. Jenazah yang sudah ditunggu keluarga dan teman-temannya selama sekolah sejak kemarin tersebut langsung disambut tangis haru. Sejumlah pelayat pun terlihat memadati rumah duka untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir.

Ayah Septian Dwi Harjanto kepada wartawan mengaku sebelum kejadian dirinya tidak memiliki firasat apapun atas musibah tersebut. Bahkan di pagi harinya sebelum kejadian, dirinya mengaku sempat melakukan komunikasi melakukan pesan singkat whatsapp.

“Tidak ada (firasat), karena paginya kita sempat berkomunikasi melalui pesan whatsapp seperti biasa dan tidak memberikan kabar kalau ada kegiatan itu,” Ucapnya.

Seraya menambahkan “Kami benar-benar tidak menyangka. Tidak ada firasat sama sekali. Bahkan tidak ada komunikasi dengan Septian sebelum kejadian,” ujarnya.

Dwi mengenang putranya sebagai sosok yang cerdas, santun, dan memiliki kepribadian yang hangat. Septian merupakan mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) UGM angkatan 2022 dan berhasil masuk UGM melalui jalur beasiswa.

“Mendiang Septian ini dikenal akrab dengan adik-adiknya dan teman-teman di sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Dwi menceritakan, awalnya dia mendapatkan informasi korban tenggelam akibat kapal terbalik dari teman-temanya. Setelah mendapat informasi tersebut, Dwi kemudian mencari informasi ke dosen pembimbing KKN dengan jawaban masih mengkonfirmasi ke teman yang berada di lokasi.

“Saya baru menerima kepastian (Eka Septian menjadi korban) sekitar pukul 17.00 wita dari pihak rektorat UGM. Kami pun langsung syok mendapatkan informasi tersebut,” ucapnya lirih.

Diketahui, kecelakaan terjadi pada Selasa, 1 Juli 2025 sekitar pukul 14.06 WIT, saat longboat bertolak dari Desa Debut, Kecamatan Manyeuw menuju Pulau Wahr. Dalam perjalanan, perahu tersebut terbalik akibat kondisi laut yang tidak bersahabat.

Longboat tersebut mengangkut 12 orang, terdiri dari 5 warga dan 7 mahasiswa KKN UGM. Hingga kini, proses evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang di Maluku Tenggara.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar UGM dan masyarakat Kabupaten Sumbawa, yang kehilangan salah satu putra terbaiknya dalam pengabdian di medan KKN. (ils)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO