Mataram (Suara NTB) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memprediksikan potensi peningkatan gelombang laut dan kecepatan angin di wilayah perairan Selat Alas dan Selat Lombok satu minggu kedepan. Dengan adanya potensi tinggi gelombang tersebut, masyarakat yang melakukan penyeberangan Kayangan Poto-Tano dan Padang Bai-Lembar diminta waspada.
Kepala BMKG Stamet ZAM, Satria Topan Primadi, saat dihubungi Suara NTB, Selasa, (8/7/2025). Topan mengatakan, pihaknya memprediksikan kemungkinan tinggi maksimum gelombang laut pada Kamis, 10 Juli 2025 , dan Jumat, (11/7/2025) di kisaran 0,75 sampai dengan 2,5 meter.
Jadi untuk penyeberangan memang sangat perlu waspada, khususnya di penyeberangan Ketapang-Padang Bai-Lembar dan Kayangan-Poto Tano. Karena gelombangnya masih cukup tinggi. Tadi kisaran 0,75 sampai dengan 2,5 meter. Mungkin di tanggal 10 dan 11 itu tinggi gelombang bisa meningkat antara 1 sampai 3 meter, ujarnya.
Selain itu, dengan adanya potensi peningkatan gelombang laut disertai meningkatnya kecepatan angin dikhawatirkan membuat kapal-kapal yang melakukan aktivitas penyeberangan mengalami gangguan.
“Nah, sementara untuk buka-tutupnya itu tentunya akan dilakukan oleh pihak pelabuhan. Apakah memang kapal ini mampu untuk berlayar atau tidak. Ketika memang tidak mampu maka pelabuhan akan ditutup sampai menunggu gelombang itu kembali normal sehingga nanti pelayaran bisa dilanjutkan, jelasnya.
Topan juga memperingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan seperti nelayan khususnya menggunakan perahu-perahu kecil agar waspada. Begitu juga masyarakat yang memang melakukan aktivitas pariwisata ya di wilayah perairan juga harus waspada, tambahnya.
Potensi tinggi pasang-surut air laut juga berdampak terhadap kemungkinan Banjir ROB terjadi di wilayah-wilayah pesisir. Mungkin terkait dengan dampak bencana banjir ROB terutama pada tanggal 10 dan juga 11 ini untuk di wilayah Lombok sendiri yang perlu diwaspadai adalah sekitar wilayah Ampenan. Jadi di sini untuk potensi dampak banjir ROB itu cukup signifikan, tutupnya. (sib)


