Taliwang (Suara NTB) – Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah memiliki keyakinan jika Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dapat menjadi contoh sebagai daerah yang mampu mengakselerasikan program perumahan yang saat ini tengah dicanangkan oleh pemerintah pusat.
“KSB tidak hanya layak menjadi yang terbaik di NTB (dalam penyelenggaraan program perumahan nasional), tapi juga bisa menjadi contoh secara nasional,” cetus Fahri saat melakukan kunjungan kerjanya ke KSB, kemarin.
Fahri menyampaikan, program tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat harus disambut dengan kesiapan teknis dan kelembagaan di daerah. Dan hal itu baginya sudah dapat terlihat di KSB. Di mana pemerintah dan masyarakat KSB memiliki semangat wirausaha dan tradisi sosial yang kuat sebagai modal dasar dalam menyelenggarakan program yang dikawal kementeriannya tersebut.
“KSB ini unggul dalam banyak hal dan punya kesiapan penyerapan anggaran (program tiga juta rumah),” pujinya.
Wamen Fahri juga menyatakan, setelah melakukan sejumlah tinjauan KSB kata dia memiliki kesiapan pula menjadi pilot project nasional dalam penataan kawasan permukiman berbasis potensi lokal dan budaya gotong royong. “KSB ini sudah punya kerangkanya di mana setiap programnya berbasis gotong royong. Dan itu harus kita adopsi pula dalam penataan kawasan,” sebutnya.
Kehadiran Fahri Hamzah ke KSB itu diterima oleh Sekda KSB, Hairul dan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Novrizal Zain Syah serta sejumlah pejabat lainnya. Sekda dalam sambutannya menyampaikan kesiapan daerah dalam menyelaraskan programnya dengan pemerintah pusat terutama mengenai perumahan dalam sebagai bagian pengentasan kemiskinan.
Sementara itu Kepala Disperkim KSB, Novrizal memberikan pemaparan seputar kesiapan pemerintah KSB menyongsong sejumlah program perumahan yang tengah diusulkan ke Kementerian PKP. Seperti misalnya penataan Kawasan Maluk, penataan drainase Kota Taliwang dan rencana pembangunan rumah susun di Kampung Songa. Kami berharap kawasan kumuh bisa direlokasi dan ditata menjadi kawasan layak huni, kata Novrizal.
Dalam penyampaian penutupnya Wamen Fahri mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi, mempercepat desain kawasan, dan menjadikan KSB sebagai contoh nyata keberhasilan pembangunan berbasis potensi lokal dan kepemimpinan daerah yang visioner.(bug)


