spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMBPBD Invetaris Potensi Kerugian akibat Banjir

BPBD Invetaris Potensi Kerugian akibat Banjir

Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, mulai menginventarisasi potensi kerugian yang dialami masyarakat akibat banjir pada, Minggu, 6 Juli 2025 pekan kemarin. Data dihimpun dari kelurahan maupun masyarakat yang menjadi korban bencana alam tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Ahmad Muzaki ditemui pada, Selasa, 8 Juli 2025 menerangkan, kerusakan fasilitas umum dan fasilitas sosial serta korban jiwa akibat banjir mulai didata.

Data bersumber dari kecamatan maupun masyarakat yang mengalami korban. Hasil pendataan akan dikumpulkan sesuai by name by addres disesuaikan dengan kebutuhan, material dan lain sebagainya untuk kebutuhan rehab-rekon. “Nanti setelah didata baru diketahui berapa kebutuhannya saat rehab-rekon,” terangnya.

Pendataan ini berkaitan dengan menghitung potensi kerugian yang dialami masyarakat terdampak banjir. Hal ini sejalan dengan instruksi Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana yang memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melakukan penghitungan potensi kerugian. ‘’Kalau kami sifatnya mereka-reka saja kerugian, bisa saja lebih dan bisa saja kurang,” ujarnya.

Penghitungan potensi kerugian akibat banjir tidak bisa direka begitu saja. Muzaki mencontohkan gempa bumi di tahun 2018 silam melibatkan lintas sektor untuk menghitung kerugian dialami masyarakat. Data yang dihimpun dari kelurahan akan dicroschek dan verifikasi serta validasi di lapangan. Hasil verifikasi menjadi simpulan untuk menginventarisasi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (Pusdalops) dinilai memiliki peran penting untuk mendata dan menghitung kebutuhan serta kerugian dialami saat bencana. Tujuannya agar satu data, sehingga komponen dibutuhkan sama.

Berdasarkan data BPBD tanggal 8 Juli 2025 sampai pukul 16.00 WITA, tercatat 7.647 kepala keluarga atau 29.782 jiwa yang terdampak. Satu orang dikabarkan meninggal dunia, 7 orang mengalami luka-luka, dan 740 jiwa mengungsi.

Untuk kerusakan tercatat 34 unit rumah rusak berat, 2 unit rusak ringan, dan 39 unit rusak sedang. Sementara, 4 unit bangunan sekolah juga mengalami dampak serta 3 tempat peribadatan rusak berat. Dampak lainnya tembok TPST Sandubaya roboh, 3 jembatan rusak berat, talud rusak sepanjang 25 meter, jalan rusak mencapai 10 meter, enam unit roda empat rusak berat,dan pohon tumbang. (cem)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO