PASCABENCANA banjir yang melanda enam kecamatan di Kota Mataram pada Minggu lalu, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Bq. Mirdiati menyerukan perlunya langkah cepat dan terkoordinasi dalam proses pemulihan. Banjir yang dipicu oleh meluapnya air sungai tersebut telah menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal, harta benda, serta mengalami kerugian besar lainnya.
Berdasarkan data sementara, satu korban meninggal, 15 warga mengalami luka-luka dan 30.681 jiwa atau 7.676 KK terdampak. Hingga Senin, 7 Juli 2025, 520 jiwa masih mengungsi, puluhan mobil dan sepeda motor hanyut serta sembilan rumah rusak berat
Pemerintah Kota Mataram bersama instansi terkait diharapkan segera mengoordinasikan bantuan dan mempercepat proses pemulihan infrastruktur, demi menghindari dampak lanjutan dari bencana yang melanda kota ini.
“Ini adalah musibah yang menimpa kita semua, khususnya masyarakat di enam kecamatan. Hampir sebagian besar masyarakat merasakan dampaknya secara langsung,” ujar Mirdiati saat meninjau lokasi terdampak, Selasa, 8 Juli 2025.
Menurut Politisi Partai Gerindra ini, selain mempercepat proses evakuasi dan bantuan logistik, pemerintah juga perlu memperhatikan kelompok rentan seperti balita dan lansia yang terdampak banjir dan kini kehilangan tempat tinggal.
Untuk mendukung pemulihan, Posko Penanggulangan Bencana telah didirikan guna menyalurkan bantuan logistik seperti makanan siap saji dan kebutuhan dasar lainnya. Mirdiati secara langsung menyerahkan bantuan berupa susu dan mi instan kepada warga terdampak di lokasi banjir.
“Saya harap bantuan ini bisa didistribusikan secara merata kepada semua masyarakat, tanpa terkecuali,” tambahnya.
Mirdiati juga mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap potensi hujan susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Nusa Tenggara Barat. “Kami khawatir jika hujan deras kembali terjadi, sementara banyak jembatan penghubung sudah rusak dan sungai belum sepenuhnya pulih,” ucapnya.
Selain penanganan bencana, Mirdiati juga menyoroti persoalan sampah yang masih menumpuk pascabanjir dan meminta agar pembersihan dilakukan sesegera mungkin. “Kita ingin Mataram kembali bersih, aman, dan nyaman,” kata anggota dewan dari daerah pemilihan Mataram ini. (fit)


