spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATKorban Butuh Logistik dan Obat-obatan, Lima Rumah di Gerimak Indah Rusak Diterjang...

Korban Butuh Logistik dan Obat-obatan, Lima Rumah di Gerimak Indah Rusak Diterjang Longsor

Giri Menang (Suara NTB) – Lima rumah di Dusun Karang Anyar Desa Gerimax Indah Kecamatan Narmada Lombok Barat rusak terdampak bencana longsor pada Minggu, 6 Juli 2025. Sejumlah warga pun masih mengungsi lantaran tidak berani menempati rumahnya yang rusak. Warga berharap penanganan segera dari pemerintah.

Kepala Dusun Karang Anyar Sapoan menyebut lima warga yang rumahnya rusak akibat longsor pada Minggu sore di antaranya Sapturi, Ramite, Sapoan, Sarai, dan Saini. “Dua KK yang masih mengungsi ke rumah keluarga dan diungsikan ke rumah marbot di masjid, karena korban tidak berani tinggal di rumahnya karena kodisi rusak parah,” katanya, Selasa, 8 Juli 2025.

Disebutkan, panjang longsor dipekrirakan mencapai 50 meter dengan kedalaman hampir 6-7 meter. Penanganan dari Pemda dalam hal ini OPD baik provinsi maupun kabupaten belum ada, sementara ini Pemdes setempat sudah turun melakukan penanganan dengan memberikan bantuan ke warga. Terkait bantuan logistik belum ada dari Pemkab. “Dari Pemdes saja yang sudah turun berikan bantuan,” imbuhnya.

Ia pun mendesak agar pemerintah, baik itu kabupaten, provinsi hingga pusat segera menangani rumah warga yang rusak dan beronjong atau talud sungai. Sebab bagiamana pun banyak rumah warga yang ada di sepanjang sungai itu rawan longsor. Bahkan Longsor terjadi dua kali, yakni tahun 2024 dan tahun ini.

Sementara itu Kepala Desa Gerimax Indah Amal Suhardi menyatakan longsor menimpa warganya hiingga menyebabkan rumahnya rusak tidak bisa ditempati. “Jadi mereka mengungsi di rumah keluarga dan rumah marbot,” terangnya.

Ia pun mendesak kepada Pemkab Lobar, Pemprov NTB dan BWS segera memperbaiki beronjong sungai dan rumah warga yang rusak akibat longsor. Sebab sungai yang belum ditangani beronjong cukup panjang hingga membahayakan warganya yang tinggal di bantaran sungai.

Selain itu, untuk rumah warga yang rusak bisa ditangani melalui program rumah tak layak huni atau program Baznas. Pihaknya juga berharap bantuan jangka pendek seperti logistik juga diperlukan warganya seperti beras, air dan lainnya. Pihaknya dari desa sudah melakukan upaya penanganan dengan berikan logistik, namun masih terbatas.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. Sabidin mengakui kalau terkait bantuan memang berharap didroping ke warga terdampak bencana. Sebelumnya penyaluran bantuan dilakukan ke Lingsar, Lembuak.  (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO