spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASumbawa Bentuk Satgas Pengamanan Harga Gas Elpiji 3 Kilogram

Sumbawa Bentuk Satgas Pengamanan Harga Gas Elpiji 3 Kilogram

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa, membentuk satuan tugas pengamanan dan pengawasan barang pokok (Bapok) khususnya gas Elpiji 3 kilogram yang kerap dikeluhkan masyarakat lantaran harganya yang sangat mahal di pasaran dan terbatas.

“Satgaa ini kita bentuk untuk mengatasi masalah distribusi Gas Elpiji 3 kilogram. Satgas ini terdiri dari berbagai leading sector, seperti personel dari OPD, TNI, Polri dan lain-lain,” kata wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori kepada wartawan, Selasa, 8 Juli 2025.

Satgas ini lanjut Wabup akan langsung turun melakukan pengawasan ke sejumlah pangkalan, agen, dan pengecer untuk memastikan alur distribusi tersebut. Bahkan jika ditemukan ada yang melakukan penyimpangan termasuk menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) akan langsung diberikan sanksi tegas.

“Kami memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini, karena sudah banyak keluhan dari masyarakat yang kita terima. Jadi satgas ini kami minta agar bekerja maksimal demi masyarakat,” ucapnya.

Ditambahkan, Kabag Ekonomi, H. Khaeruddin, mengungkapkan pembentukan satgas ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengatasi keluhan masyarakat. Bahkan jika ditemukan ada pelanggaran, pemerintah tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi tegas.

“Timnya sudah terbentuk dan kita akan segera bekerja dengan harapan apa yang keluhan masyarakat selama ini bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Ia pun tidak menampik, bahwa persoalan utama gas Elpiji tiga kilogram yakni kuota yang mengalami penurunan. Bahkan di tahun 2025 Sumbawa hanya mendapatkan 11.596 metrik ton atau setara 3.865.333 tabung dibandingkan tahun 2024 lalu sebanyak 12.194 metrik ton atau sekitar 4 juta tabung.

“Penurunan tersebut terjadi akibat proses verifikasi dan konversi data penerima manfaat yang dianggap belum merata. Selain itu, ada juga dugaan permainan harga oleh pengecer,” ucapnya.

Pemerintah pun mengingatkan agar para agen dan pangkalan agar tidak bermain harga. Jika terbukti melanggar, maka kuota mereka langsung dipotong Pertamina bahkan ada salah satu agen yang dikurangi jatahnya sebanyak 560 tabung karena terbukti menaikkan harga.

“Kita akan tetap kawal dan pantau distribusi gas Elpiji tiga kilogram ini agar tidak terus jadi polemik dan persoalan di tengah masyarakat,” tukasnya. (ils)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO