spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANKuota Belum Terpenuhi, SMPN 22 Mataram Tetap Buka Pendaftaran hingga Beri Seragam...

Kuota Belum Terpenuhi, SMPN 22 Mataram Tetap Buka Pendaftaran hingga Beri Seragam Gratis

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 22 Mataram akan terus membuka pendaftaran siswa baru meski batas waktu pendaftaran sudah selesai pada Rabu, (2/7/2025). Hal itu dilakukan pihak sekolah, sebab kuota siswa belum terpenuhi.

Kepala SMPN 22 Mataram, Nasrullah, ditemui di Mataram mengatakan pihaknya akan tetap membuka pendaftaran, khususnya jika ada siswa pindahan dari sekolah lain. “Tetap sih kita buka. Bahkan sudah masuk proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) misalnya ada pindahan itu tetap kita terima. Karena kita butuh siswa. Beda dengan sekolah yang di tengah. Misalnya sudah penuh, tutup dia. Kalau kita tetap buka,” ujarnya, Selasa, (8/7/2025).

Sebagai informasi, saat ini SMPN 22 Mataram baru mendapat siswa baru sebanyak 32 orang. Dengan rincian, dua dari jalur prestasi dan 30 sisanya dari jalur domisili. Sementara jalur lain kosong. Kendati demikian, jumlah tersebut terbilang lebih besar dari tahun sebelumnya yang berjumlah 25 siswa.

Ia menjelaskan, pembukaan akan tetap dibuka hingga nanti mendekati waktu kenaikan kelas atau ujian. Setelah itu pihaknya, tidak akan membuka menerima siswa lagi bahkan untuk siswa pindahan. “Karena terkait dengan data di Dapodik. Kalau data di Dapodik itu kan dikunci sama pusat. Calon peserta ujian misalnya. Jadi tidak boleh lagi proses pindahannya,” jelasnya.

Nasrullah mengungkapkan, pihaknya terus berusaha mencari siswa baru. Berbagai upaya telah dilakukan. Seperti bekerja sama dengan sekolah lain seperti SMPN 12 Mataram dan SMPN 14 Mataram untuk menyebar brosur pendaftaran. “Disebarkan dengan harapan yang tertolak di SMPN 12 Mataram akan ke sini. Tapi kalau tidak salah dua (yang pindah),” tuturnya.

Ia bahkan memastikan akan memberikan satu set seragam olahraga gratis bagi siswa baru yang mendaftar di sekolahnya. Disebutkan, dana pembagian seragam gratis itu merupakan urunan dirinya dengan guru-guru yang lain. “Kalau kita mungkin urunan spontan. Jadi kalau hitungan saya, misalnya satu set seragam (harganya) Rp100 ribu ya kita butuh sekitar Rp3 jutaan lah kita siapkan uang untuk seragam gratis itu. Kalau 32 orang berarti kan Rp3,2 juta kan,” terangnya.

SMPN 22 Mataram setiap tahun kesulitan mendapatkan siswa. Beberapa faktor disebutkan menjadi alasan kenapa sekolah yang berada di Jl. Gontoran, Bertais itu sepi peminat. Salah satunya adalah lokasi sekolah tersebut yakni masih adanya imej sekolah “favorit” dan non-favorit. “Memang berat merubah imej. Apalagi posisinya ini kan di dalam. Jauh dari jalan besar. Memang perlu perjuangan keras,” pungkas Nasrullah. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO