spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaPOLHUKAMPOLITIKDPC PDIP Kota Mataram Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir

DPC PDIP Kota Mataram Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir

Mataram (Suara NTB) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Mataram bersama Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) partai mendirikan dapur umum bagi warga terdampak banjir yang melanda Kota Mataram, Minggu, 6 Juli 2025. Dapur umum tersebut beroperasi selama masa tanggap darurat yang ditetapkan selama 10 hari berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTB.

“Insya Allah mulai hari ini dapur umum kami buka, dipusatkan di Kantor DPC PDIP Kota Mataram,” ujar Sekretaris DPC PDIP Kota Mataram, Nyayu Ernawati, Selasa, 8 Juli 2025.

Dapur umum ini, lanjut Nyayu, akan beroperasi 24 jam dan dikelola oleh kader PDIP. Seluruh pembiayaan berasal dari sumbangan sukarela kader partai. Pada hari pertama, dapur umum ditargetkan menyiapkan sekitar 3.000 bungkus nasi untuk didistribusikan kepada warga terdampak banjir di enam kecamatan se-Kota Mataram.

“Warga masih belum bisa beraktivitas normal, sehingga kebutuhan makanan menjadi sangat mendesak,” tambahnya.

Nyayu juga menyampaikan bahwa pendirian dapur umum merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat, agar kader partai turut serta membantu rakyat dalam kondisi darurat.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Mataram, Made Slamet, menegaskan bahwa kader partai wajib hadir saat rakyat mengalami musibah. Ia menyebut bahwa seluruh organ partai di Mataram telah bergerak secara otomatis membantu warga sejak banjir melanda.

“Puncaknya hari ini dengan diresmikannya dapur umum. Kami juga langsung turun ke wilayah terdampak, memberikan bantuan, dan menyapa warga,” ungkap Made Slamet, yang juga Anggota DPRD NTB dari Dapil Kota Mataram.

Ia menambahkan, partai juga akan mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat proses penanganan pascabanjir, termasuk pemulihan rumah-rumah warga yang rusak.

“Penanganan pasca-bencana harus dilakukan secara cepat dan tepat. Kami akan mengawal agar warga terdampak mendapat haknya,” katanya.

Banjir besar yang terjadi pada Minggu, 6 Juli 2025 disebabkan hujan deras yang mengguyur Kota Mataram secara merata. Banjir mencapai ketinggian hingga dua meter di beberapa titik, merendam sedikitnya 7.676 rumah. Sekitar 30.681 jiwa dari 7.676 kepala keluarga (KK) terdampak dan dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik. (ndi)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO