Praya (Suara NTB) – Langkah antisipasi dilakukan Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) dalam upayanya mencegah peredaran narkoba di jajarannya. Caranya mengelar tes urine terhadap sebanyak lebih dari 180 personel TNI termasuk pegawai staf Kodim 1620/Loteng.
Tes urine dilakukan secara mandiri oleh tim kesehatan klinik PPK Kodim 1620/Loteng dan diawasi oleh staf intel Korem 162/WB, berlangsung di Makodim Loteng, Selasa, 8 Juli 2025.
Selain tes urine yang dilakukan secara acak, pada kesempatan itu personel TNI dan pegawai staf mendapatkan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Harapannya, para personel TNI dan staf jajaran memilki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang narkoba serta bahaya yang ditimbulkannya.
“Ini kita lakukan sebagai cara mencegah prajurit kita terjerumus narkoba,” terang Dandim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, dalam keterangan usai kegiatan.
Secara kelembagaan tes urine dan sosialisasi P4GN tersebut merupakan tindakan aktif serta kepedulian Kodim 1620/Loteng terhadap seluruh prajurit dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Programnya pun rutin dilaksanakan secara berkala. Hal ini untuk memastikan seluruh personel Kodim 1620/Loteng tidak terlibat dalam peredaran narkoba maupun sebagai pengguna narkoba.
Dikatakannya, bahwa penyalahgunaan narkoba memikiki implikasi negatif yang luas. Tidak hanya bagi yang terlibat saja. Tetapi juga masyarakat secara luas. Dampak negatif yang ditimbulkannya juga bisa memicu permasalahan yang sangat kompleks dan dapat merusak dan mengancam kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa dan negara.
Sehingga harus dilawan bersama dan dilakukan sscara terpadu dan serius. Mengingat, dari tahun ke tahun dampak narkoba dirasakan kian meningkat. Bahkan sudah sampaikan pada tataran sangat meresahkan masyarakat sekaligus membahayakan perkembangan generasi muda.
Kodim Loteng tegasnya sangat serius dalam melakukkan upaya pencegahan terhadap bahaya narkoba kepada seluruh jajaran tanpa pandang bulu. Dan, sejauh ini dari hasil tes urine yang dilakukan tidak ada personel Kodim 1620/Loteng yang terindikasi sebagai penguna maupun terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.
“Kami yakin dan percaya kalau jajaran Kodim 1620/Loteng bersih dari narkoba. Baik itu menjadi pemakai narkoba maupun ikut terlibat mengedarkan barang haram tersebut,” pungkas alumnus Akmil 2004 ini. (kir)


