Mataram (Suara NTB) – Anggota Komisi V DPR RI asal Dapil NTB 2 Pulau Lombok, H. Abdul Hadi menyuarakan kondisi bencana banjir yang melanda Kota Mataram kepada pemerintah pusat. Ia meminta agar pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar membantu penanganan bencana di Mataram tersebut.
Abdul Hadi menyebut dalam kurun waktu enam bulan pertama dua banjir besar melanda Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Bencana banjir tersebut membuat daya rusak cukup parah terhadap sejumlah infrastruktur, termasuk permukiman warga.
Hal itu disampaikan Abdul Hadi saat rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Kementerian PU pada 9 Juli kemarin.
Ia menyampaikan kondisi kota Mataram pascabanjir, sangat diperlukan segera dilakukan perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir tersebut. “Salah satu perhatiannya yaitu perlu ada penataan kembali infrastruktur dan pendangkalan terjadi di daerah aliran sungai yang mengalir di kota Mataram dan Lombok Barat,” kata Abdul Hadi.
“Tiga sungai harus segera kita amankan pak menteri, terutama tebing atau taludnya karena banyak masjid, rumah warga dan kuburan tergerus di sepanjang aliran sungai akibat banjir pada minggu lalu,” sambungnya.
Selain itu, politisi PKS itu juga menyatakan Kota Mataram sering dilanda banjir rob di pantai Bintaro dan Mapak. Beberapa kali kerjadian banjir rob, bahkan sampai masuk pemukiman warga.
“Banjir minggu lalu juga bersamaan terjadi banjir Rob yang menghalau air sungai terbuang ke laut sehingga menyebabkan air sungai meluap, ini perlu juga di tangani,” Tegasnya.
Pada kesempatan itu juga mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB ini meminta atensi segera dari kementerian PU untuk membantu pemerintah daerah melakukan perbaikan sejumlah fasilitas umum, jalan, jembatan dan rumah warga yang mengalami kerusakan paska bencana banjir di Kota Mataram yang melanda 6 kecamatan itu.
“Harapan kami pemerintah pusat melalui Kementerian PU bisa ikut membantu pemerintah daerah untuk penanganan banjir ini. Terutama untuk infrastruktur yang rusak, seperti jalan, dan fasilitas lainnya,” kata Hadi.  (ndi)


