spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATSR di Lobar NTB Resmi Dimulai, Tampung 100 Siswa Baru dari Kalangan...

SR di Lobar NTB Resmi Dimulai, Tampung 100 Siswa Baru dari Kalangan Miskin Ekstrem

Giri Menang (Suara NTB) – Sekolah Rakyat (SR) di Lombok Barat (Lobar) yang dibuka di SR Rintisan Sentra Paramita resmi dimulai, Senin, 14 Juli 2025.

Sebanyak 100 siswa baru ditampung di sekolah ini untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para siswa dari kalangan kurang mampu (miskin ekstrem) digratiskan dan disiapkan fasilitas lengkap selama menempuh pendidikan SR.

Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, SR di Lobar mengatakan SR di Lobar NTB resmi terwujud. Pada awalnya, tidak ada bangunan, ruang kelas dan fasilitas lainnya. Tetapi dalam waktu 60 hari akhirnya semua fasilitas tersedia (dibangun).

“Dan diharapkan membawa kemanfaatan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di Lobar, ini social investment, memutus tali kemiskinan lewat jalur pendidikan,”terangnya.

 Menurutnya selama proses persiapan SR ini, mulai dari penerimaan siswa baru ada saja warga merasa di-PHP (Pemberi Harapan Palsu), sebab belum melihat ada gedung pelayanan dan lainnya. Bahkan ada satu orang siswa yang diterima di SR mengundurkan diri. Namun dengan direalisasikannya SR ini, kekhawatiran itu ternyata tidak terbukti. Lebih-lebih kalau pembangunan SR senilai Rp200-300 miliar di Kuripan itu terealisasi, pasti warga berebutan masuk ke sana.

“Di sini tadi bisa disaksikan kamarnya, warga terkejut ternyata tidak tidur di lantai, tapi di tempat tidur, ada bantal guling, dan lemari, meja belajar satu-satu. Bahkan kamar mandi standar internasional, ada shower dan wastafel,” ujarnya.

Kemungkinan siswa yang mengundurkan diri pasti menyesal ketika melihat fasilitas di SR ini. Untuk sementara, SR ini membuka jenjang SMP empat kelas. Masing-masing kelas 25 orang. “Jadi ada anak SMP 100 orang yang akan sekolah di sini selama satu tahun,”kata dia.

Untuk makan dan kebutuhan siswa lainnya akan dipenuhi dari Kemensos. Termasuk diberikan 8 jenis seragam gratis, kelengkapan sepatu dan tas. “Anak-anak tinggal sekolah,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lobar H. L. Winengan menjelaskan 100 siswa yang ditampung di SR ini berada di Desil 1 atau masuk kategori miskin ekstrem. “Yang masuk di sini itu semuanya warga dari desil 1, warga tak mampu, miskin ekstrem,”kata dia.

Di Lobar ada 1,57 persen setara 12.307 jiwa miskin ekstrem. Sedangkan kemiskinan 12,6 persen. Sesuai arahan Bupati, warga inilah yang disasar. Penanganannya dikeroyok dengan semua OPD dari berbagai aspek.

Sementara itu, Kepala SR Lobar Satria Irwandi menerangkan proses belajar mengajar siswa siswi SR dimulai dari pengenalan lingkungan sekolah melalui kegiatan MPLS. MPLS ini dimulai sampai lima hari ke depan. Semua siswa yang ditampung di SR ini berasal dari Lobar. “Semuanya dari Lobar, dari 10 kecamatan,” sebutnya. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO