Giri Menang (Suara NTB) – Mega proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) bakal dibangun di Lombok Barat (Lobar) tahun ini. Paling lambat pembangunan SR bernilai Rp250-300 miliar itu paling lambat akan dimulai September akhir tahun ini di lahan 8,8 hektare di wilayah Kuripan.
Kepastian pembangunan gedung SR ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Ir. Dody Hanggodo, MPE., saat meninjau kesiapan Fasilitas Gedung Sentra Paramita di Kediri untuk penerimaan siswa baru yang dimulai Senin, 14 Juli 2025.
Menteri PU didampingi Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, Kepala Dina Sosial Lobar H. L. Winengan dan jajaran terkait. Menteri PU melihat langsung kegiatan MPLS SR yang dimulai di Sentra Paramita.
Menteri PU juga menyempatkan berdialog dengan warga dan siswa baru setingkat di SR tersebut. Setelah berdialog Menteri PU mengecek fasilitas yang direnovasi oleh kementerian seperti ruang belajar, asrama dan fasilitas lainnya bagi siswa tak mampu selama menempuh pendidikan di SR tersebut.
Diwawancarai di sela-sela meninjau SR sementara di Sentra Paramita, Menteri mengatakan pihaknya merenovasi bangunan SR rintisan (sementara) di seluruh Indonesia yang dipergunakan sementara waktu mencapai total Rp300 miliar. Termasuk renovasi gedung dan fasilitas Sentra Paramita sekitar 5-6 sebelum ditempati. “Ini untuk renovasi sedang dan ringan, bukan berat,”terang Menteri PU ini.
Gedung dan fasilitas yang ada di Sentra Paramita ini direnovasi sebelum digunakan siswa baru untuk tahun ajaran baru ini. Dari hasil pengecekan kondisi dan kesiapan fasilitas di SR rintisan Sentra Paramita cukup bagus. Kementerian hanya melakukan renovasi, selanjutnya untuk maintenance atau pemeliharaan nanti diharapkan dari Sentra Paramita Kemensos. “Ini kan cuma sebagai sekolah rintisan, nanti anak-anak dipindah ke sekolah yang sebenarnya yang bagus,”terangnya.
SR rintisan di Sentra Paramita ini sendiri rencananya dipergunakan selama satu tahun. Sambil menunggu proses pembangunan SR yang direncanakan di wilayah Kuripan. Untuk pembangunan gedung SR sendiri akan dialokasikan Rp250-300 miliar. “Yang di Kuripan itu Rp200 miliar sampai Rp250 miliar nanti, tergantung luas lahan. Kalau luasnya 9 hektar bisa mencapai Rp250-300 miliar,”kata dia.
Apakah anggaran untuk pembangunan SR itu positif dianggarkan pemerintah? Menteri PU menjawab itu akan dialokasika. “Insyallah (positif dianggarkan, positif (pasti) itu dari Allah SWT,” ujarnya.
Pembangunan SR ini direncanakan akan dilaksanakan tahun ini, bulan September dimulai groundbreaking memulai pengerjaan. “Supaya Juni 2026 harus sudah selesai, wajib,”tegasnya.
Untuk pembangunan satu sekolah dibutuhkan anggaran Rp200-300 miliar, itu nanti tergantung luasan lahannya. Luasan lahan ada yang 5 hektare, 6 hektare hingga 9 hektare.
Sementara itu Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, mengatakan sesuai komitmen Menteri PU pembangunan SR dimulai Agustus atau September ini, sehingga bisa beroperasi tahun depan.
Di sini nantinya bisa menampung 1000 siswa, dari jenjang SD sampai SMA. “Minimal bisa menampung 1.000 siswa, fasilitas lebih lengkap,”terangnya.
Program ini tentunya menjadi momentum sangat bagus bagi Pemkab Lobar, dimana SR akan dibangun senilai Rp350 miliar.
Kepala Dinas Sosial Lobar H. L. Winengan mengatakan luas lahan yang diusulkan untuk pembangunan SR yang sebelumnya 6,8 hektare menjadi 8,8 hektare hampir 9 hektare. “Ini mega proyek SR Dinsos Lobar atas arahan pak bupati,” jelasnya.
Pihaknya pun sudah mengusulkan propsal pembangunan SR ini ke Kemensos maupun Kementerian PU. Sebagai tindaklanjut, Menteri PU pun turun mengecek kesiapan SR di Sentra Paramita dan sekaligus memastikan penganggaran pembangunan SR di Kuripan tersebut. “Paling tepat dimulai September, tahun depan pada ajaran tahun depan bisa dipakai,”jelasnya. (her)


