Dompu (Suara NTB) – Turnamen surfing di pantai Lakey sebagai bagian dari Festival Lakey Dompu tahun 2025 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, SH., Selasa, 15 Juli 2025. Turnamen ini diikuti oleh 100 orang peselancar dan 12 orang diantaranya wisatawan mancanegara.
Keikutsertaan wisatawan mancanegara dalam turnamen ini menjadikannya cukup bergengsi. Wisman ini berasal dari Brazil, Prancis, Australia dan lainnya. Para wisman ini tidak hanya mengikuti divisi umum, tapi juga kelas junior atau anak – anak.

Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, SH menyampaikan lomba surfing yang menjadi bagian dari Festival Lakey menjadi momentum untuk membangkitkan inspirasi semua pihak dalam mempomosikan dan membangun potensi yang dimiliki Kabupaten Dompu. Baik potensi wisata dengan keindahan alam, adat istiadat, kuliner, dan kerajinannya. Sehingga potensinya dibangun untuk kemajuan bersama.
Kabupaten Dompu dengan keindahan alam Pantai Lakey. Pantai yang dikenal dengan ombak kiri panjang membentuk terowongan, dan ombak kanan yang sempurna untuk berselancar dengan bentuk gulungan yang indah. Lakey juga memiliki jenis ombak berbentuk pipa dan periscope yang bergulung seperti teropong yang konsisten. “Ombak yang begikut eksotik, menarik dan indah untuk kita melaksanakan olahraga air kelas dunia,” katanya.
Sebagai destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan manca negara dan agar keindahan dan keasrian alamnya tetap terjaga, Syirajuddin mengajak semua elemen untuk mendukung gerakan yang digaungkan pemerintahan Bambang Firdaus, SE – Syirajuddin, SH dalam menjaga kebersihan dan keindahan Dompu.
“Kami berharap kepada peserta, pengunjung dan hadirin semua untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bila perlu, sisa makanan dan minuman dibawa pulang,” ajaknya.
Theo Syahrial Qadri, Ketua Panitia yang juga Ketua PSOI Kabupaten Dompu menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya turnamen surfing di Lakey. Turnamen skala provinsi NTB ini menjadi kelas internasional, karena keterlibatan peselancar professional dari berbagai negara. “Ini tidak kita sangka sebelumnya, begitu antusias atas dukungan dan partisipasinya,” katanya.
Tidak hanya pemerintah yang memberikan dukungan pada pelaksanaan surfing, tapi juga panitia dan pelaku wisata di Lakey. Lokasi seromony yang sebelumnya banyak semak blukar, kini menjadi area public untuk menyaksikan peselancar di area Lakey Peak.
“Ungkapan terimakasih kami sampaikan kepada semua. Semoga turnamen ini bisa melahirkan atlet – atlet berprestasi di kancah nasional hingga internasional,” harap Theo yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Hotel dan Restauran Lakey (APHRL) Dompu ini.
Pembukaan turnamen surfing Lakey ini menjadi hiburan tersediri bagi peserta dan tamu undangan. Penampilan gantao yang diperagakan oleh Junaidin H Jamaluddin dan Yahya dari Sanggar Ruhu Ruma Hu’u menarik perhatian Wakil Bupati Dompu untuk ikut tampil.
Syirajuddin pun maju di tanah lapang depan panggung utama, tampil dengan gerakan tangan, tubuh dan kakinya mengikuti irama seruling dan gendang yang dimainkan Sanggar Ruhu Ruma. Ia pun berhadapan dengan Junaidin dan membanting lawannya. Juga menjatuhkan Yahya dengan gerakan penuh tenaga. Penampilan ketiganya juga diiringi Gus Bao, pemain gentao asal Hu’u.
Turnamen surfing ini direncanakan selama 3 hari hingga 17 Juli 2025 dari jadwal semula pada 17 – 19 Juli 2025. Karena puncak ombak untuk surfing di Lakey ini diprediksi 15 – 20 Juli. Pada 18 – 20 Juli menjadi puncak ombak, sehingga peselancar professional pun bila tidak hati – hati akan cidera karena besarnya ombak. (ula/*)


