spot_img
Minggu, Februari 1, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANPendaftar Meningkat, 43,18 Persen Mahasiswa Unram Kategori Ekonomi Lemah

Pendaftar Meningkat, 43,18 Persen Mahasiswa Unram Kategori Ekonomi Lemah

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), khususnya pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025. Rapat evaluasi itu berlangsung di Hotel Prime Park, Mataram, pada Selasa, 15 Juli 2025.

Rapat tersebut membahas hasil evaluasi dan rekomendasi yang disarankan untuk penyempurnaan proses seleksi di tahun mendatang.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unram, Prof. Dr. Sitti Hilyana, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyampaikan bahwa jumlah pendaftar SNBT tahun 2025 mengalami kenaikan signifikan sebesar 18,6% dibandingkan tahun lalu.

“Peningkatan pendaftar ini menunjukkan minat yang tinggi dari calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Unram, yang semakin dikenal di kalangan masyarakat,” ujar Prof. Nana.

Salah satu catatan penting yang diungkapkan adalah jumlah pendaftar KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang tercatat sebanyak 4.908 orang. Prof. Nana menambahkan, sebagian besar mahasiswa Unram berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi yang terbilang cukup rendah, dengan 43,18% mahasiswa Unram masuk dalam kategori ekonomi lemah.

“Ini menjadi tantangan besar bagi kami di Unram untuk terus berupaya memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program beasiswa dan dukungan lainnya,” katanya.

Adapun 10 program studi dengan peminat terbanyak di jalur SNBT Unram tahun 2025, antara lain, Manajemen, D-3 Perpajakan, PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), D-3 Akuntansi, Teknik Informatika, Ilmu Hukum, D-3 Pariwisata, Pendidikan Dokter, Akuntansi, dan Farmasi.

Selain itu, Unram juga mencatatkan lima provinsi dengan pendaftar terbanyak pada SNBT 2025, yaitu. Pertama, Provinsi NTB sebanyak  12.522 pendaftar, Provinsi Jawa Timur, 184 pendaftar, Provinsi Jawa Barat, 126 pendaftar, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 88 pendaftar dan Provinsi Bali sebanyak 83 pendaftar.

Dalam evaluasi yang dilakukan, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Dwi Suswanto, S.Kom., M.M., mengungkapkan tidak ditemukan kecurangan dalam pelaksanaan SNBT 2025. Namun, salah satu rekomendasi yang disampaikan oleh panitia lokal Unram kepada panitia pusat dalam monev yang dilakukan adalah pentingnya penerapan kebijakan paperless (tanpa kertas) pada seluruh proses seleksi dan administrasi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kertas yang dianggap boros dan lebih ramah lingkungan.

“Kami sudah mulai menerapkan sistem paperless dalam pelaksanaan ujian Mandiri, dan kami berharap dapat diterapkan pada seluruh proses administrasi SNBT ke depannya,” tambah Dwi.

Pada seleksi ujian Mandiri sebelumnya, Unram telah menerapkan sistem absensi digital sebagai bentuk efisiensi. Di mana pengawas hanya perlu menggunakan handphone berbasis Android atau iOS untuk memindai QR Code dari kartu peserta ujian.

Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan Unram dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dalam proses PMB, serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi. (ron)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO