Mataram (Suara NTB) – MTsN 2 Mataram menggelar kegiatan Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) selama tiga hari, mulai 14 Juli hingga 16 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi ajang orientasi bagi para siswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan madrasah, para guru, teman seangkatan, serta memahami tata tertib dan budaya yang berlaku di MTsN 2 Mataram. Matsama juga menjadi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, karakter, serta membentuk semangat belajar sejak dini.
Kegiatan Matsama resmi dibuka Kepala MTsN 2 Mataram, Sumber Hadi, S.Ag., M.Ag., pada hari pertama, Senin, 14 Juli 2025.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjadikan Matsama sebagai titik awal membangun semangat belajar, kedisiplinan, dan akhlak yang baik. “Jadilah generasi madrasah yang berkarakter, berprestasi, dan bertakwa. Kenali lingkungan kalian, hormati guru, dan jalin persahabatan yang baik sejak awal,” ujarnya.
Di hari pertama, peserta Matsama mendapatkan berbagai materi penting dari para narasumber eksternal. Salah satu pemateri dari Polres Kota Mataram, Ipda Gusti Wayan, memberikan wawasan kepada para siswa baru tentang pentingnya tertib hukum, tertib lalu lintas bagi pelajar, serta bahaya perjudian online (judol) yang saat ini banyak menyasar remaja. Penyampaian materi berlangsung interaktif dan disertai tanya jawab, yang membuat siswa lebih memahami tantangan hukum di era digital.
Selanjutnya, dari Badan Narkotika Nasional (BNN), hadir Nunik Widiastuti, S.Sos., yang memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan upaya menciptakan lingkungan madrasah yang bersih narkoba, atau dikenal dengan program Madrasah Bersinar. Ia menekankan pentingnya peran pelajar dalam menolak ajakan penggunaan narkoba dan membudayakan gaya hidup sehat dan produktif.
Memasuki hari kedua, kegiatan semakin beragam dengan hadirnya narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram. Ermawanti, M.Pd., menyampaikan materi mengenai perlindungan anak dan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ia juga mendorong siswa untuk tidak ragu melapor jika mengalami atau melihat tindakan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.
Masih di hari kedua, siswa juga mendapatkan materi tentang psikologi remaja dari Narulita Palupi, M.Si. Ia memaparkan secara mendalam mengenai pergaulan remaja, tantangan emosi di usia sekolah, serta cara cerdas menggunakan media sosial. Siswa diajak untuk bijak dalam berinteraksi di dunia digital serta menjaga kesehatan mental dengan membangun hubungan yang positif dengan keluarga, guru, dan teman.
Kegiatan Matsama MTsN 2 akan ditutup pada tanggal 16 Juli. Dari kegiatan ini, diharapkan siswa baru dapat lebih siap menempuh perjalanan pendidikan yang bermakna dan berprestasi di madrasah tercinta. (ron)


