spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHTNI Perkenalkan Teknik Bertani Metode Bedengan Terbalik

TNI Perkenalkan Teknik Bertani Metode Bedengan Terbalik

Praya (Suara NTB) – Jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) mulai memperkenalkan salah satu inovasi teknik bertani yakni dengan metode bedengan terbalik. Teknik bertani tersebut menjadi salah satu alternative yang bisa diaplikasikan oleh para petani dan dinilai cukup efektif diterapkan di daerah kering. Metode bertani tersebut sudah mulai diuji cobakan dengan memanfaatkan lahan pertanian milik warga di Desa Janapria Kecamatan Janapria, seluas 200 meterpersegi.

Pada kegiatan tersebut selain melibatkan petani, TNI juga turut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Loteng. Dengan menanam sayuran seperti cabai, tomat dan terong di atas lahan yang telah disiapkan. Di mana sebelumnya, bagian bawah lahan tersebut telah dilapisi plastik mulsa.

Danramil 1620-05/Janapria Kapten Cpl Yuliadi, Selasa, 15 Juli 2025, mengungkapkan teknik metode bedengan terbalik merupakan metode budidaya tanaman di lahan kering. Dengan menempatkan plastik mulsa di bagian bawah tanah. Berbeda dengan metode bedengan pada umumnya yang menempatkan plastic mulsa di atas permukaan tanah.

Keberadaan plastic mulsa di bagian bawah tanah tersebut memungkinkan air tidak cepat habis terserap. Karena ada lapisan plastic mulsa yang menahan air di bagian bawah tanah. Sehingga teknik tersebut sangat efektif jika dilakukan bercocok tanam di lahan kering atau tanah gembur.

Pasalnya, bagian tanah yang subur berada dari lapisan bawah tanah yang berada di atas plastic mulsa. Dengan begitu struktur tanah bisa menjadi lebih baik. Ketersediaan air dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman juga bisa tercukup selama proses tanam.

“Inovasi dalam bidang pertanian sangat diperlukan. Di tengah tantangan perubahan iklim dan penurunan kesuburan lahan seperti sekarang ini. Dan, teknik bedengan terbalik ini bisa menjadi salah satu solusi terbaik dalam bercocok tanam,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong para petani di daerah ini agar tidak hanya mengandalkan cara konvensional. Tetapi tetap terbuka untuk menerapkan metode bertani yang baru dan inovatif serta lebih ramah lingkungan dan hemat biaya seperti yang ditawarkan oleh teknik bedengan terbalik. (kir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO