Mataram (Suara NTB) – Local Champion Desa Wisata Kebun Datu Desa Peresak, Kabupaten Lombok Barat mendapatkan pelatihan dari Dinas Pariwisata Lombok Barat pada Senin, 14 Juli 2025 sampai dengan Jumat, 18 Juli 2025. Pelatihan itu berupa cara river tubing, penataan camping ground, dan cara masak, termasuk penyajian atau mengembangkan wisata kuliner.
Ketua pengelola Local Champion Desa Wisata Kebun Datu Desa Peresak, Muhamar Hamdini, memiliki harapan besar agar keberadaan dan perjuangan pihaknya lebih diperhatikan oleh Dinas Pariwisata, Pemerintah Desa, serta instansi-instansi terkait. Potensi wisata kebun datu di Peresak bukan hanya sekadar keindahan alam atau pengalaman unik bagi wisatawan. Namun juga sebagai peluang nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja bagi pemuda setempat.
“Dengan dukungan yang lebih serius, kami yakin desa ini bisa berkembang menjadi destinasi unggulan yang membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Kami ingin agar suara dan upaya kami mendapat ruang, agar sinergi antara pengelola lokal dan pemerintah bisa berjalan lebih kuat demi masa depan yang lebih baik bagi wisata kebun datu Desa Peresak, Narmada Lombok Barat,” harap Muhamar Hamdini.
Kepala Dusun Peresak Utara, Suseno Hardiantoro, S.Sos., mengapresiasi pendampingan kelompok Local Champion yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat. Ia mewakili seluruh warga Dusun Peresak Utara dan Selatan, mendukung kegiatan ini untuk memajukan wisata.
“Supaya lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat kami terutama para remaja dan sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan memperkenalkan budaya dan kuliner yang ada di desa kami. Sekali lagi terima kasih kepada Dinas Pariwisata telah memperhatikan wisata di desa kami. Harapan ke depan semoga Dinas Pariwisata lebih meningkatkan lagi pendampingan dan pelatihan wisata di Desa Wisata Kebon Datu sampai sukses, amin,” ujar Suseno.
Kepala Desa Peresak, Bahri, S.IP., menyampaikan, dengan adanya Desa Wisata Kebon Datu Peresak diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui pengenalan produk lokal, jasa, dan lan-lain. Termasuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa Peresak, memicu perkembangan infrastruktur, akomodasi dan fasilitas lainnya.
“Juga membantu melestarikan budaya dan alam dengan meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga warisan budaya dan lingkungan. Meningkatkan citra baru dari Desa Peresak, dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara, serta dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat sendiri,” harap Bahri. (r/ron)



