Dompu (Suara NTB) – Kejuaraan surfing pada ajang Festival Lakey tahun 2025 berakhir, Kamis, 17 Juli 2025 sore. Peselancar asal Lakey Dompu Luky Ipb berhasil meraih juara pertama untuk Open Man Divisi sekaligus mencatatkan poin tertinggi di antara divisi yang dipertandingkan yaitu 14,66 poin.

Turnamen ini cukup bergengsi, karena tidak hanya diikuti oleh peselancar NTB, tapi juga oleh peselancar dari 7 negara asing. Ini dikarena pelaksanaan surfing bertepatan dengan masa liburan dan puncak ombak terbaik untuk selancar di Lakey. Sehingga banyak wisatawan mancanegara ikut berpartisipasi dalam kejuaraan ini. Di antaranya Australia, Jerman, Belanda, China, Afrika Selatan, dan Amerika.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, S.E., menyampaikan rasa bangganya atas suksesnya kejuaraan surfing Lakey, karena tidak hanya diikuti oleh pesurfing lokal Dompu, tapi juga banyak pesurfing dari mancanegara. Peselencar lokal Dompu justru bisa bersaing dan menjadi juara. Itu buah dari hasil latihan dan potensi yang dimiliki Lakey Dompu.

Festival Lakey yang digelar tahun 2025 ini untuk mengembalikan kejayaan Lakey sebagai Lokasi olahraga surfing dan tujuan wisata dunia. Karena tidak banyak daerah wisata seperti Lakey. Pantainya yang indah dengan ombak yang konsisten untuk surfing, serta pesona alamnya.
“Ciptakan rasa kenyamanan dan keamanan. Sehingga dunia tertuju ke Dompu untuk mau datang ke Lakey dalam rangka menikmati ombak untuk olahraga surfing,” ajak Bambang Firdaus yang didampingi istri, Ny Onti Bambang Firdaus, Kamis sore.
Bambang berkomitmen, kejuaraan surfing tidak akan terhenti pada pelaksanaan Festival Lakey Dompu tahun 2025 ini. Tapi akan terus dilaksanakan kedepan, sehingga pesona Dompu dengan keindahan alam dan ombak Lakey menyita perhatian nasional serta dunia internasional. Dengan demikian, destinasi wisata Lakey akan kembali ramai dikunjungi. “Dampaknya akan tumbuh kembang ekonomi dan kesejahteraan Masyarakat,” ungkap Bambang.
Karena ia meminta untuk tidak berkecil hati dengan kesederhanaan pelaksanaan pelaksanaan kejuaraan surfing tahun 2025. Pelaksanaan tahun 2025 ini akan terus dievaluasi dan dibenahi Bersama untuk kemajuan Lakey ke depannya.
Sebelumnya, Theo Syahrial Qadri selaku ketua panitia yang juga Ketua PSOI Kabupaten Dompu mengungkapkan, baru 2025 ini kejuaraan surfing kembali diselenggarakan di Lakey setelah beberapa tahun terakhir tanpa event. Ini yang patut diapresiasi, kendati dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan.
“Tapi pesertanya sangat luar biasa. Tidak hanya diikuti oleh peselancar Lakey, tapi dari berbagai negara juga ikut berpartisipasi. Ini sangat luar biasa dan itu terjadi atas dukungan semua pihak,” kata Theo.
Ia pun meyakinkan para peselancar Lakey ke depannya akan kembali menggelar event serupa dan diharapkan didukung semua pihak, sehingga pelaksanaan jauh lebih sukses dan menarik.
Ada tiga divisi yang dilombakan pada kejuaraan surfing tahun 2025 ini. Open Man Divisi, Open Women Divisi, dan Open Junior Divisi. Luky Ipb meraih juara pertama untuk Open Man Divisi, diikuti Lucas Hicsen asal Australia dengan poin 14,10, Westen Hirst asal Lakey Dompu dengan 12,67 poin juara tiga, dan Alfan Lpb dengan 6,33 poin untuk juara keempat.
Pada Open Women Divisi diraih oleh Kailani Johnson juara pertama. Kailani merupakan peranakan Bali – Australia, ia meraih 13,24 point. Juara kedua didapat Chantel asal Afrika Selatan dengan 11,53 poin, Siena Hanna asal Australia dengan 9 poin juara ketiga, dan Zoey Malia asal Lakey Dompu dengan 5,66 poin untuk juara keempat.
Untuk Open Junior Divisi dijuarai oleh Rajo Saputra asal Lakey Dompu dengan 13,60 poin, diikuti oleh Satrio Ip basal Lakey Dompu dengan 11,96 poin, Bima asal Lakey Dompu dengan 10,20 poin, dan Jery China asal China dengan 9,33 poin.
Kailani Johnson menyampaikan rasa senangnya bisa mengikuti kompetisi surfing di Lakey. Panitia dan warga lokalnya yang sangat terbuka. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, sehingga kejuaraan bisa terselenggara.
“Saya sangat bangga. Semoga akan ada lagi acara seperti ini dan membangun Lakey. Lewat event seperti ini memberi kesempatan pesurfing di sini (Lakey) untuk dilirik banyak orang,” kata Kailani yang sejak kecil sering berkunjung ke Lakey untuk perjalanan di luar Bali. (ula/*)



