spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMRatusan Dokumen Rusak dan Hilang, Dukcapil Turunkan Mobil Pelayanan Keliling

Ratusan Dokumen Rusak dan Hilang, Dukcapil Turunkan Mobil Pelayanan Keliling

Mataram (Suara NTB) – Pascabencana banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kota Mataram beberapa waktu lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram bergerak cepat dengan menurunkan mobil pelayanan keliling untuk membantu warga terdampak dalam mengurus dokumen administrasi yang rusak maupun hilang.

Layanan ini disebar ke titik-titik lokasi terdampak banjir, salah satunya di Lingkungan Kebon Duren, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pelayanan difokuskan pada pencetakan ulang dokumen-dokumen vital seperti kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) dan kartu keluarga (KK) yang rusak karena terkena air atau lumpur, maupun yang hanyut terbawa arus banjir.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram, Mansur, mengungkapkan bahwa pelayanan keliling ini merupakan langkah antisipatif terhadap lonjakan kebutuhan layanan dokumen pasca banjir.

“Kami sudah mengantisipasi peristiwa dampak banjir ini (pasti akan banyak dokumen warga yang hilang dan rusak). Karena itu kami langsung koordinasi dengan camat dan lurah untuk membuat schedule agar warga terdampak bisa melaporkan berkas apa saja yang rusak ataupun hilang,” ujarnya, Kamis, 17 Juli 2025.

Mansur menyebutkan, selama layanan keliling berlangsung, jumlah warga yang dilayani dalam sehari bisa melebihi kapasitas normal di kantor induk Dukcapil.

“Jumlah warga yang memperbaiki dokumen rusak atau hilang, frekuensi (jumlahnya) lebih tinggi dari layanan normal di kantor. Kalau di kantor bisa 200 (orang), selama pelayanan ini (dalam sehari) frekuensinya sangat tinggi (bisa di atas 300-350 warga),” katanya.

Untuk mendukung kelancaran layanan, satu unit mobil pelayanan dilengkapi dengan delapan orang petugas yang siap melakukan verifikasi data dan pencetakan ulang dokumen secara langsung di lapangan. Sistem database nasional yang terintegrasi memudahkan petugas melacak data kependudukan warga meskipun dokumen fisik sudah tidak dimiliki.

“Cukup membawa KTP atau berkas lain, nanti bisa dilacak di sistem. Silahkan dibawa ke lokasi pelayanan,” jelasnya.

Pelayanan administrasi kependudukan pascabanjir ini sudah dimulai sejak Sabtu pekan lalu dan akan terus berlanjut menyasar kelurahan-kelurahan terdampak. Salah satunya telah dilakukan di Kelurahan Mayure, Kecamatan Cakranegara.

Menurut Mansur, layanan ini akan terus dibuka hingga permintaan warga kembali normal. Selain melalui mobil pelayanan keliling, masyarakat juga tetap bisa datang langsung ke Kantor Dukcapil di Jalan Lingkar Selatan.

“Kami buka pelayanan ini dari jam 08.00–17.00 Wita. Selain hari kerja, kami buka pelayanan (keliling) juga pada Sabtu dan Minggu,” tandasnya.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan administrasi warga terdampak, sekaligus menjamin akses terhadap layanan publik yang membutuhkan dokumen resmi sebagai syarat utama. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO