spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATDiminta Cari Pendonor Pengganti, Pasien Keluhkan Pelayanan Darah di RSUD Tripat

Diminta Cari Pendonor Pengganti, Pasien Keluhkan Pelayanan Darah di RSUD Tripat

Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah warga di Kabupaten Lombok Barat mengeluhkan sulitnya mendapatkan darah saat menjalani perawatan di rumah sakit. Tak jarang, keluarga pasien harus berjuang sendiri mencari pendonor karena stok darah di rumah sakit dinyatakan kosong.

Keluhan ini disampaikan oleh beberapa keluarga pasien yang merasa kewalahan saat dihadapkan dengan kebutuhan darah yang mendesak. Mereka menilai, rumah sakit seharusnya menjadi pihak yang proaktif membantu memenuhi kebutuhan tersebut, bukan menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga pasien.“Saat keluarga kami butuh transfusi darah, pihak rumah sakit bilang stok kosong. Kami disuruh cari pendonor sendiri. Padahal kondisi pasien sudah kritis karena memiliki penyakit kangker,” ujar seorang warga Sigerongan Ita.

Hal serupa juga dialami oleh Ahmad Umar, warga Lembar. Ia mengaku harus bolak-balik mencari relawan donor darah dari PMI dan memohon bantuan melalui media sosial. “Kondisi seperti ini bikin panik. Mestinya ada koordinasi yang lebih baik antara rumah sakit dan PMI, bukan malah beban mencari darah dilempar ke keluarga pasien,” ujarnya.
Warga lain justru mengaku kesulitan memperoleh pendonor, disatu sisi, Rumah sakit mengharuskan pasien untuk membawa pendonor sebagai syarat mendaparkan darah.

“Ya, hari ini saja ada keluarga yg butuh darah golongan B dari Tempos ,tapi sayang nya tidak dikasih minta di PMI, bingung jadinya,” ucap Keluarga pasien Kamis, 17 Juli 2025. Mardi mengaku, keluarganya dirawat di RSUD Tripat Lombok barat dan harus segera mencari pendonor agar keluarganya bisa memperoleh darah. “Sedangkan cari pendonor susah, minta blangko permohonan darah ke PMI tidak bisa,” tegas Mardi.

Menanggapi hal tersebut, PMI Kabupaten Lombok Barat menyatakan kesiapannya membantu, asalkan ada permohonan resmi dari rumah sakit. Ketua PMI Lombok barat Haris Karnain, S.Si., M.M., mengatakan bahwa PMI selalu terbuka dalam membantu pasien yang membutuhkan darah, namun membutuhkan koordinasi dari rumah sakit agar distribusi bisa dilakukan secara cepat dan tepat.

“Jika rumah sakit segera mengirim surat permohonan resmi, kami akan langsung merespon. Bahkan jika stok kosong, kami bisa inisiasi donor darah darurat. Tapi semua harus lewat prosedur yang jelas,” tegas Haris.

Ia juga mendorong masyarakat untuk tidak segan melapor ke PMI jika mengalami kesulitan, dan mengajak rumah sakit untuk mengutamakan aspek kemanusiaan dalam menangani pasien.

Persoalan ini menunjukkan perlunya perbaikan sistem pelayanan darah antara rumah sakit dan PMI, agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban dari buruknya koordinasi dan minimnya perhatian terhadap pasien yang sedang berjuang melawan kondisi kritis.

Sementara itu Wakil Direktur Pelayanan RSUD Tripat, dr H Kaspan.,Sp.OG.,Mh.Kes.,CMC., menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan darah. Ia mengaku, kebutuhan darah di RS Tripat mencapai 350 kantong.

Ia juga membantah jika rumah sakit dianggap lepas tangan dalam membantu pasien yang membutuhkan darah.“Stok darah kami secara umum aman. Tapi untuk golongan darah tertentu yang langka atau permintaan mendesak dalam jumlah besar, kami memang harus bergerak cepat, termasuk menjalin koordinasi dengan PMI maupun Rumah sakit Provinsi NTB,” ujarnya.

Pihak rumah sakit juga mengimbau agar masyarakat tidak panik, dan mengonfirmasi langsung ke petugas terkait jika menghadapi kondisi darurat. Ia menambahkan bahwa sistem permintaan darah sudah diatur sesuai prosedur yang berlaku, salah satunya melalui surat permohonan resmi dari rumah sakit ke PMI. “Kami tidak mungkin membiarkan pasien mencari darah sendiri. Tapi memang, untuk beberapa kasus, keluarga pasien dilibatkan dalam proses mencari pendonor cadangan, terutama jika kebutuhan sangat spesifik atau mendesak,” jelasnya. (her)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO