spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANPelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Dimulai di NTB

Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Dimulai di NTB

Mataram (Suara NTB) –  Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara serentak memulai kegiatan In Service Training 1 (IN-1) Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Gelombang 1 mulai Rabu, 16 Juli 2025. Pelatihan yang berlangsung selama lima hari hingga Minggu, 20 Juli 2025 ini dilaksanakan di berbagai kabupaten/kota di NTB, termasuk Lombok Timur (di SMPN 1 Sukamulia), Lombok Tengah (SDN 4 Kopang dan SKB Lombok Tengah), Kota Bima, Lombok Utara (SDN 8 Sokong), dan Sumbawa Barat (SDN 5 Taliwang).

Kepala BGTK NTB, Wirman Kasmayadi pada Jumat, 18 Juli 2025 menyampaikan, kegiatan KKA Gelombang 1 ini merupakan program prioritas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sesuai dengan Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana BOSKIN.

“Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan dasar-dasar pemrograman (coding) dan pemahaman awal kecerdasan artifisial, guna mendukung transformasi digital dalam pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan era digital,” ujar Wirman.

Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah yang memberikan dukungan penuh. Di Lombok Timur, Izzuddin, S.Pd., secara langsung membuka kegiatan dan mengapresiasi pelatihan ini sebagai bekal penting bagi guru. Lale Sri Lastatun, S.Sos., M.M, Penanggung Jawab Kegiatan dari BGTK NTB, menekankan komitmen peserta selama proses pelatihan IN1, OJT, dan IN2 yang akan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan.

Di Lombok Tengah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Lalu Moh. Hilim, S.Pd., M.Pd., dan Kepala Cabang Dinas Kabupaten Lombok Tengah, H. Syarif Hidayatullah, S.Pd.T., MM. Di Kota Bima dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Bima, Drs. Supratman, M.AP., serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Bima.

Di Lombok Utara dihadiri Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, H. Adenan, S.Pd., M.Pd. Serta di Sumbawa Barat, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus, S.Pd., MM.

Para ketua panitia di masing-masing lokasi, seperti Noviani Tri Purna H., M.Pd. (Lombok Tengah), Rizki Rachamdaniar (SKB Lombok Tengah), Irham Yudha Permana (Lombok Utara), dan Syamsul Mujahidin (Sumbawa Barat), menyampaikan laporan kegiatan yang menekankan pentingnya komitmen peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dari IN-1 hingga IN-2 yang akan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan.

Para pimpinan daerah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Mereka sepakat bahwa KKA menjadi bekal esensial bagi guru dalam meningkatkan kompetensi dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif, relevan, serta mampu menjawab berbagai tantangan abad ke-21. Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa Barat berencana untuk melaksanakan kegiatan KKA dengan sasaran yang lebih besar di masa mendatang.

Pelatihan ini diikuti oleh ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Di SMPN 1 Sukamulia, Lombok Timur diikuti 89 peserta dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Di SDN 4 Kopang, Lombok Tengah diikuti 33 peserta dari guru jenjang SD. Di SKB Lombok Tengah sebanyak 45 peserta dari guru jenjang SD, SMA, dan SMK mengikuti kegiatan ini.

Sementara di Kota Bima sebanyak 42 peserta dari guru SD, SMP, dan SMA. Di Lombok Utara diikuti 33 peserta dari guru jenjang SD dan SMP. Serta, di Sumbawa Barat diikuti 49 peserta dari guru jenjang SD, SMA, dan SMK.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka akan menerima materi-materi praktis dan aplikatif terkait pemrograman dasar serta penerapannya dalam proses pembelajaran. Fasilitator yang kompeten mendampingi para peserta di setiap kelas untuk memastikan pemahaman optimal.

“Diharapkan, pelatihan ini akan menjadi langkah awal yang kuat menuju literasi digital yang lebih mendalam di kalangan pendidik NTB, serta mendukung program yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis teknologi. Setelah sesi pembukaan, para peserta langsung memasuki kelas masing-masing untuk memulai kegiatan pembelajar,” pungkas Wirman. (ron)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO