Giri Menang (Suara NTB) – Ruang kerja Bupati Lombok Barat (Lobar) telah direnovasi dengan biaya Rp300 juta lebih. Beberapa bagian ruangan itu diubah. Posisi tempat duduk dan tempat rapat bupati dipindah. Yang terlihat berbeda lambang berupa bunga teratai berbentuk bundar yang terpasang. Lambang bunga teratai putih ini diambil dari logo Lobar yang memiliki nilai filosopi.
 Kabag Umum Setda Lobar Lalu Ramadhan Ayub mengatakan, kaitan dengan logo atau lambang yang terpasang di ruang kerja bupati itu, merupakan bunga teratai yang diambil dari logo Lobar. “Itu (bunga teratai) diambil dari lambang Lombok Barat, lingkaran itu. Cuma itu mungkin belum diperbupkan, ke depan itu akan diperbupkan,” terangnya, kemarin.
Kalau diperhatikan, di gambar itu ada lambang teratai empat. Itu berasal dari logo Lobar yang ada pada bagian tengah. Pada zaman Bupati H. Zaini Arony, dikenal mushaf Al-Qur’an yang dipakai untuk lambang. “Nah sekarang ini dia (lambang teratai),” imbuhnya.
Ditanya apakah lambang Lobar ini ingin diubah? Menurutnya, justru itu tidak boleh diganti. Sebab lambang yang terpasang di ruang kerja bupati itu, diadopsi dari lambang Lobar. “Cuma saya tidak bisa menjelaskan detail, yang jelas ini sekilas ini diambil dari logo Lobar,” terangnya.
Menyinggung alasan diambil lambang teratai saja, menurutnya, ada nilai filosopinya. Karena itu penting diperbupkan untuk menjelaskan masing-masing lambang yang dipergunakan tersebut. Hal ini agar tidak ada yang pertanyaan. Bukan berarti kata dia, hal ini menginterpretasikan menjadi logo Lobar, karena ada tulisan Lombok Barat.
Menurtnya, anggaran untuk rehabilitasi ruang kerja Bupati sekitar Rp300 juta lebih. Rehab ruangan Bupati itu berupa pengerjaan interior. Rehab kantor ini permintaan dari pimpinan dalam hal ini Bupati. Pekerjaan renovasi ini menggunakan mekanisme penunjukan lelang elektronik, karena ada ketentuan bahwa nilai sampai Rp400 juta bisa mekanisme Penunjukan Langsung (PL). ‘’Namun terkait mekanisme ini ranahnya di PBJ,’’ tambahnya.
Selain Gedung putih dan ruang kerja Bupati, ruang kerja Wabup juga akan direhab. Anggarannya diusulkan pada APBD Perubahan ini. “Itu ruang Bu Wakil . ruang kerja Umar Madi dan eks ruang staf ahli,” kata dia.
Ruangan Umar Madi akan dijadikan ruang kerja, sedangkan esk ruang staf ahli dipakai untuk transit tamu. “Ini diusulkan pada APBD Perubahan. Rp350 juta kita usulkan,” sebutnya. (her)



