Mataram (Suara NTB) – Bekerja ke luar negeri menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk mencari rejeki. Sejumlah 497 warga Kota Mataram memilih menjadi Pekerja Migran Indonesia. Malaysia menjadi negara tujuan bagi calon PMI.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram H. Rudi Suryawan dikonfirmasi pada, Senin, 21 Juli 2025 mengakui, animo masyarakat untuk bekerja ke luar negeri relatif masih tinggi. Bekerja ke luar negeri menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat karena sulitnya lapangan pekerjaan di daerah. Hal ini juga berdampak untuk mengurangi pengangguran dan kepadatan penduduk. “Animo bekerja ke luar negeri relatif masih tinggi,” katanya.
Berdasarkan data PMI sejak 1 Januari hingga 21 Juli 2025, jumlah warga Mataram yang bekerja ke luar negeri mencapai 497 orang. Ia mengakui, Malaysia menjadi salah satu negara tujuan utama calon PMI dengan jumlah 318 orang. Selanjutnya, Taiwan 46 orang, Singapura 36 orang, Arab Saudi 34 orang, Hongkong 17 orang, Turki 17 orang, Brunei Darussalam 8 orang, Uni Emirat Arab 7 orang, Itali 6 orang, Polandia 4 orang, Kroasia dan Kuwait masing-masing 1 orang. “Paling banyak memang ke Malaysia,” sebutnya.
Adapun pengiriman PMI ke Jepang sesuai rencana Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mataram mengaku, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat. Pengiriman pekerja ke Jepang akan memiliki dampak signifikan bagi pekerja. “Saya pikir sangat bagus untuk mengurangi pengangguran,” jelasnya.
CPMI yang bekerja ke Jepang pasti akan dibekali pelatihan terutama dari kemampuan bahasa dan lain sebagainya. Kewenangan untuk memberikan pelatihan sepenuhnya berada di Kementerian Tenaga Kerja. Pihaknya hanya menyiapkan calon pekerja untuk mengikuti seleksi dan dilatih. “Karena ini program pusat jadi pelatihannya tanggungjawab pemerintah pusat. Kita hanya menyiapkan calon tenaga kerja saja,” demikian kata dia. (cem)


