Praya (Suara NTB) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengelar Deklarasi Siswa Peduli Pemilu bersama siswa dan siswi yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) se-Kecamatan Janapria, Sabtu, 19 Juli 2025.
Deklarasi yang berlangsung di SMA Negeri 1 Janapria tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya membangun kesadaran politik dan mendorong pengawasan partisifatif sejak dini. Sekaligus wujud tekad untuk menjadi pemilih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam setiap proses pemilu.
Dalam deklarasi tersebut para siswa menegaskan komitmenya untuk menjaga demokrasi serta menolak politik uang. Termasuk melawan dan siap menjadi pengawas partisipatif untuk Pemilu yang jujur dan adil di masa yang akan datang. “Deklarasi ini sebagai langkah awal untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya keterlibatan aktif para pelajar dalam proses demokrasi melalui pengawasan partisipatif,” ujar anggota Bawaslu Loteng Sudirman Haryanto.
Ia mengatakan, kesadaran partisipatif penting untuk dibangun sejak dini terutama di kalangan pelajar. karena sebagai generasi penerus, kalangan pelajar memiliki peran strategi dalam menjaga dan mewujudkan demokrasi Indonesia yang berkualitas di masa yang akan datang. “Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia,” terangnya.
Pihaknya pun berharap sejak dini para siswa telah memiliki kesiapan mental dan pemahaman utuh untuk menjadi bagian dari pemilih pemula yang turut berkontribusi dalam pengawasan partisipatif. Yang nantinya ketika tahapan pemilu telah dimulai, para siswa tersebut sudah siap menjadi mitra Bawaslu dalam mengawasi jalannya seluruh proses dan tahapan Pemilu dengan penuh integritas dan kepedulian.
Sebagai tindak lanjut dari deklarasi tersebut, Bawaslu Loteng nantinya akan juga akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan siswa-siswi PMR se-Kecamatan Janapria tersebut. Melalui program Siswa Peduli Pemilu yang akan menjadi dasar kerja sama berkelanjutan yang mencakup kegiatan-kegiatan edukatif dan pelibatan aktif pelajar dalam pengawasan pemilu.
“Melalui berbagai rangkaian kegiatan dan pembahasan lanjutan yang akan dilakukan setelah ini, diharapkan akan semakin memperkuat peran pelajar dalam menjaga demokrasi, khususnya di Loteng,” tegas Sudirman. (kir)



