spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIBaznas NTB dan FOZ Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat di NTB

Baznas NTB dan FOZ Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat di NTB

Mataram (Suara NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB bersama Forum Organisasi Zakat (FOZ) NTB sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya meningkatkan pengumpulan, pengelolaan, dan distribusi zakat di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kesepakatan ini dicapai dalam sebuah pertemuan penting yang berlangsung pada Senin, 21 Juli 2025, di ruang rapat kantor Baznas NTB, Mataram.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA, didampingi Wakil Ketua III, Drs. Muhammad Ardi Samsuri, dan Wakil Ketua IV, H. Ahmad Rusli, S.Ag. Dari pihak FOZ NTB, hadir sejumlah pimpinan lembaga amil zakat (LAZ) dan organisasi pengelola zakat yang aktif di NTB.

Dalam diskusi, terungkap potensi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di NTB yang mencapai angka fantastis, yakni Rp2,8 triliun. Namun, realisasi penghimpunan zakat saat ini baru mencapai sekitar Rp170 miliar, atau belum genap 1 persen dari potensi tersebut. Kesenjangan signifikan ini menjadi fokus utama pembahasan, menyoroti urgensi kolaborasi yang lebih erat.

Berbagai isu strategis turut dibahas, termasuk pentingnya edukasi dan literasi zakat, khususnya di kalangan masyarakat bawah yang belum tersentuh secara maksimal. Fenomena di mana banyak lembaga atau badan usaha menyalurkan zakat secara mandiri, tanpa melalui lembaga amil zakat resmi, juga menjadi tantangan yang perlu disinergikan.

Selain itu, pertemuan menyoroti pentingnya mendorong legalisasi lembaga zakat, terutama yang dikelola di masjid dan musala, agar memiliki izin resmi dalam mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Diusulkan pula pemetaan potensi zakat dari sektor jagung, serta solusi pendanaan syariah bagi petani untuk menghindari jeratan rentenir. Hal ini penting agar petani tidak terjebak utang riba yang dapat menghalangi mereka menjadi muzakki.

Aspek penguatan kapasitas amil zakat juga menjadi perhatian. Diusulkan program pelatihan digitalisasi amil, sertifikasi, fundraising, serta strategi landing and funding untuk mendukung pengentasan persoalan sosial di NTB.

Menanggapi berbagai usulan, Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, menyatakan komitmen Baznas untuk berkolaborasi. Ia menegaskan bahwa LAZ adalah mitra strategis Baznas dan semangat kolaborasi harus menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik (muzakki). “Harapan kami, dengan sinergi yang lebih kuat, kepengurusan sekarang bisa melampaui itu. Satu kata kunci untuk kita semua: Baznas kolaboratif,” tegas Lalu Iqbal.

Baznas NTB juga berkomitmen untuk menyediakan pelatihan dan sertifikasi bagi amil zakat, sebagai upaya penguatan SDM dan profesionalisme dalam pengelolaan dana umat. Kolaborasi ini juga akan mendukung program pemerintah daerah “106 desa berdaya di NTB” melalui pemberdayaan zakat, yang dinilai efektif dalam mengurangi kemiskinan dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Pertemuan ini menghasilkan tiga kesimpulan utama: melaksanakan dan menindaklanjuti pelatihan Baznas tanggap bencana di NTB, sertifikasi amil di NTB, serta kesiapan kolaborasi dalam program pengelolaan zakat bersama seluruh lembaga amil zakat. (bul)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO