Praya (Suara NTB) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya mendapat kesempatan untuk turut ambil bagian mengikuti pelatihan klinis intensif di Jepang, mewakili Indonesia. Dengan dr. Aria menjadi dokter RSUD Praya yang berhasil terpilih sebagai salah satu peserta yang akan berangkat ke Jepang guna mengikuti pelatihan klinis intensif di Divisi Terapi Neurovaskular Endovaskular Jikei University School of Medicine, Jepang.
Jikei University School of Medicine, Jepang memiliki Departemen Bedah Saraf dengan reputasi yang sangat baik. Dan, sudah diakui secara global sebagai salah satu institusi terdepan dalam pengembangan teknologi dan layanan neurovaskular. Berdiri sebagai departemen yang mandiri pada Januari 1967 silam, Jikei University mulai mengembangkan Divisi Bedah Saraf Endovaskular sejak tahun 2003 lalu dan sukses menjadi pionir global terutama lewat inovasi ruang operasi hibrida dengan teknologi pencitraan mutakhir yang dimilikinya.
Berkat inovasinya tersebut Jikei University mampu menangani berbagai kasus neurologis kompleks. Termasuk kelainan pembuluh darah otak dan leher, gangguan tulang belakang dan sumsum tulang belakang, hingga penyakit saraf tepi.
Tidak hanya sekadar layanan klinis, Jikei University juga membuka lebar pintu kolaborasi global melalui program pelatihan dan pertukaran tenaga medis internasional. “Dan, RSUD Praya berkesempatan untuk mengirim dokternya guna menimba ilmu kedokteran di negeri Sakura Jepang tersebut yang memang menjadi impian dari seluruh tenaga kesehatan di dunia,” ujar Direktur RSUD Praya dr. Mamang Bagiansyah, Selasa, 22 Juli 2025
Selama pelatihan intensif tersebut, selain mengkuti kegiatan diskusi ilmiah peserta juga akan ikut melakukan observasi langsung terkait prosedur bedah tingkat tinggi. Termasuk mengikuti praktik klinis harian bersama tim dokter ahli Jepang. Kegiatan pelatihanya akan berlangsung selama tiga bulan.
Keikutsertaan dr. Aria yang dikenal memiliki kepakaran di bidang penyakit pembuluh darah otak (cerebrovascular diseases) lanjut dr, Mamang, tidak hanya membawa nama baik rumah sakit dan masyarakat Loteng saja. Tetapi juga menjadi salah satu bukti nyata bahwa tenaga medis dari daerah nyatanya juga mampu menembus panggung global.
Hal ini menjadi pesan kuat, bahwa tak ada batas bagi dedikasi. Selama ada tekad untuk terus belajar dan berbagi demi kesehatan masyarakat. Dengan bekal ilmu tersebut nantinya diharapkan bisa mendukung peningkatan kualitas layana kesehatan, khususnya di bedah saraf di RSUD Praya. Di mana RSUD Praya sendiri menjadi salah satu rumah sakit yang melayani bedah saraf di Pulau Lombok. (kir)



