spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANUmmat dan ATR/BPN Gagas Forum Strategi Nasional Pengendalian Ruang

Ummat dan ATR/BPN Gagas Forum Strategi Nasional Pengendalian Ruang

Mataram (Suara NTB) –  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menunjukkan komitmen akademiknya dalam mendukung pembangunan nasional. PWK Ummat menunjukkan komitmen itu dengan menjadi tuan rumah Forum Diskusi Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengawasan Penataan Ruang, Selasa, 22 Juli 2025.

Forum yang mengusung tema “Urgensi Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Era Kemudahan Berusaha” ini terselenggara berkat kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian ATR/BPN. Berbagai pemangku kepentingan dari kawasan Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua mengikuti kegiatan secara hybrid.

Forum ini menghadirkan Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang, Ditjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Aria Indra Purnama, ST, MUM., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pengendalian pemanfaatan ruang di tengah laju pembangunan dan investasi yang masif, serta pembersihan perangkat regulasi tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021.

Menambah perspektif daerah, forum ini juga menghadirkan perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB yang menjelaskan praktik implementasi pengendalian ruang di tingkat lokal. Keduanya mendapat tanggapan akademik dari Ketua Program Studi PWK Ummat, Febrita Susanti, ST, M.Eng., yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas pengawasan serta partisipasi dalam penataan ruang yang adil dan berkelanjutan.

Diskusi berlangsung terbuka dan partisipatif. Mahasiswa PWK Ummat menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis yang diapresiasi langsung oleh narasumber utama. Aria Indra Purnama bahkan memuji kualitas intelektual mahasiswa Ummat dan menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan akademik PWK Ummat, termasuk melalui kuliah tamu, pendampingan akademik, hingga peluang magang di kementerian.

Pejabat Kementerian ATR/BPN, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB, Kepala Subdirektorat Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah IV, jajaran analis dan penata ruang muda, serta Ketua Ikatan Ahli Perencana (IAP) NTB mengikuti kegiatan ini. Para dosen dan mahasiswa PWK UMMAT mengikuti forum ini secara aktif di Aula Ummat.

Sementara itu, peserta daring berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur, di antaranya Universitas Karyadarma Kupang, Universitas Terbuka Kupang, Universitas Pattimura Ambon, ITB STIKOM Ambon, Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Universitas Muhammadiyah Sorong, IST Indonesia Manokwari, Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, serta Universitas Cenderawasih Jayapura. Antusiasme dan partisipasi aktif para peserta membuktikan menguatnya kolaborasi akademik lintas wilayah.

Rektor Ummat, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Ummat sebagai tuan rumah forum nasional ini. Ia menilai bahwa kehadiran para pejabat ilmuwan dan akademisi dari berbagai wilayah merupakan bukti bahwa Ummat telah menjadi pusat kajian strategi dalam bidang perencanaan wilayah dan kota di kawasan timur Indonesia. Ia berharap forum ini awal menjadi sinergi berkelanjutan yang melahirkan implementasi nyata dalam pengelolaan ruang yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Febrita Susanti menambahkan bahwa forum ini menjadi momentum reflektif bagi akademisi dalam mendukung kebijakan pengendalian ruang di daerah. Menurutnya, materi diskusi sangat relevan dengan kurikulum PWK Ummat, khususnya pada mata kuliah pengendalian dan pengawasan ruang. Ia juga menekankan pentingnya forum semacam ini dalam memperluas jaringan kerja sama antara kampus dan pemangku kepentingan.

Dalam sesi penutup, Aria Indra Purnama kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian dan dunia pendidikan tinggi. Ia mengapresiasi pelaksanaan forum yang dinamis dan berkelas, serta menyatakan komitmennya untuk terus membangun kerja sama dengan Ummat.

“Kami siap membuka ruang magang bagi mahasiswa Ummat, dan saya bersedia memberikan kuliah tamu secara sukarela untuk memperkuat pemahaman mereka tentang tata ruang,” ujarnya. (ron)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO