spot_img
Jumat, Februari 13, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA29 Anak Putus Sekolah Jenjang SMP di Sumbawa

29 Anak Putus Sekolah Jenjang SMP di Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa, mencatat sedikitnya sebanyak 29 anak putus sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari total peserta didik sebanyak 28.000 di tahun pelajaran 2025-2026.

“Jadi, dari 29 siswa SMP tersebut ada 19 orang laki-laki dan 10 orang perempuan sementara untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) tidak ada yang berstatus tidak sekolah,” kata Sekretaris Dikbud, Sudarli kepada Suara NTB, Kamis, 24 Juli 2025.

Darli melanjutkan, adanya angka siswa tidak sekolah terjadi karena beberapa faktor dan hal itu sudah disampaikan DPRD. Faktor utama yakni jarak dari rumah siswa ke lokasi sekolah yang sangat jauh dan akses jalan yang sangat sulit dilalui.

“Pertama memang ada beberapa akses jalan yang memang tidak bisa dijangkau yang mengakibatkan mereka tidak sekolah terutama di wilayah terpencil yang akses jalannya sangat sulit,” ucapnya.

Dia mencontohkan, di Desa Prode (SP 1) yang jaraknya paling dekat saja ke SMP 7 yang berada di desa Pamunga, kecamatan Labangka dan akses jalannya sangat jauh. Kondisi ini juga sudah disampaikan ke Mendikdasmen saat kunjungan di Sumbawa dan Menteri menyarankan untuk dibangun Sekolah Satu Atap (Satap).

“Kami sudah sampaikan ke pak Menteri terkait kondisi tersebut dan kami disarankan untuk membangun satap sembari menunggu pembangunan sekolah baru,” ujarnya.

Tentu untuk membangun sekolah baru harus dipertimbangkan juga jumlah siswa yang nantinya akan bersekolah di sekolah tersebut. Jangan sampai sekolah baru dibangun tetapi tidak ada siswanya dan itu juga dianggap sia-sia dan tidak bisa menyelesaikan masalah dalam mengatasi angka putus sekolah.

“Kami tetap akan melakukan kajian terlebih dahulu untuk membangun sekolah baru, tetapi langkah yang kami anggap sangat pas untuk sementara yakni membuat Satap,” tambahnya.

Selain itu, angka putus sekolah juga ditemukan di Kecamatan Batulanteh yakni di dusun Pusu dan Dusun Deriu. Sementara sekolah yang ada di lokasi tersebut berada di Satap 6 di Dasa Bao Desa, Satap 4 di desa Musuk, dan Satap 3 di desa Punik yang jaraknya sangat jauh dari dusun tersebut.

“Jarak antar ketiga sekolah Satap tersebut sangat jauh belum lagi akses menuju sekolah yang sangat sulit. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya angka putus sekolah,” timpalnya.

Terkait kondisi tersebut pihaknya sudah mencoba melakukan kordinasi dengan DPRD Sumbawa dengan harapan ada jalan keluar terbaik. Sementara bagi mereka yang tidak melanjutkan sekolah pemerintah juga menyiapkan Paket A, B, dan C untuk bisa dimanfaatkan.

“Persoalan ini sudah kita sampaikan ke DPRD dengan harapan bisa dibantu terutama dalam penyiapan akses transportasi bagi siswa yang akan bersekolah,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO