spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANKurikulum Mulok Dinantikan, Siswa di Lombok Barat Antusias Belajar Bahasa Daerah

Kurikulum Mulok Dinantikan, Siswa di Lombok Barat Antusias Belajar Bahasa Daerah

Mataram (Suara NTB) –  Balai Bahasa NTB melaksanakan Pemantauan dan Evaluasi Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah di Kabupaten Lombok Barat, pada Kamis, 24 Juli 2025. Tim memantau langsung jalannya proses pengimbasan di SDN 1 Sandik dan SMPN 2 Gerung. Pengimbasan di kedua sekolah tersebut dapat dikatakan baik.

Kepala Balai Bahasa NTB, Dwi Pratiwi mengatakan, di SDN 1 Sandik, sekitar 31 siswa kelas III sangat bersemangat dalam mempelajari bahasa daerah. Kelas rendah memiliki metode pembelajaran yang berbeda. Mereka tidak bisa dipaksa duduk anteng dan mendengarkan. Oleh karena itu, tidak banyak penjelasan yang diberikan oleh guru master. Mereka ditantang untuk berani membaca puisi bahasa Sasak di depan kelas. “Hasilnya banyak siswa berlomba-lomba untuk menunjukkan kebolehannya,” ujarnya.

Setelah menuntaskan pemantauan di SDN 1 Sandik, tim bergerak ke SMPN 2 Gerung. Di sekolah ini, sekitar 20 siswa kelas VIII mengikuti proses pengambilan sampel dalam pembelajaran bahasa daerah. Materi yang diberikan adalah mendongeng bahasa Sasak, atau yang biasa dikenal bewaran. Salah satu murid pun bisa mencontohkan bewaran dengan sangat baik.

Wakil Kepala SMPN 2 Gerung mendukung penuh program Revitalisasi Bahasa Daerah. Ia yang merupakan seorang budayawan menuturkan bahwa siswa-siswa di sekolahnya sangat bersemangat mempelajari bahasa daerah. Ia pun juga sudah mendorong pemerintah daerah setempat untuk segera merealisasikan kurikulum muatan lokal bahasa daerah.

Terakhir, tim berkunjung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat. Sayang, Kepala Dinas sedang tidak bisa ditemui karena tidak berada di kantor sehingga hanya dapat bertemu dengan Kepala Bidang Kebudayaan.

“Dari sampel yang kami ambil tadi, proses pengimbasan pembelajaran bahasa daerah sudah cukup baik. Harapannya sekolah-sekolah yang tidak dikunjungi proses pengimbasannya juga berjalan baik. Dari apa yang kami dengar, pihak sekolah menunggu direalisasikannya kurikulum muatan lokal budaya dan bahasa Sasak agar proses pengimbasan dapat lebih maksimal,” ujar Dwi Pratiwi saat berbincang dengan Kepala Bidang Kebudayaan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, Imanto mengungkapkan proses pelaksanaan kurikulum muatan lokal masih berjalan. Saat ini, pihaknya masih dalam tahap finalisasi bahan ajar. Setelahnya, akan diadakan bedah buku bahan ajar sebelum bahan ajar tersebut disosialisasikan dan didistribusikan ke sekolah-sekolah. (ron)

 

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO