spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPemkot Mataram Jamin Tak Ada PMI Dikirim ke Thailand-Kamboja yang Tengah Perang

Pemkot Mataram Jamin Tak Ada PMI Dikirim ke Thailand-Kamboja yang Tengah Perang

Mataram (Suara NTB) – Memanasnya situasi di negara Thailand dan Kamboja menjadi sorotan banyak pihak. Namun, bagi warga Kota Mataram, situasi ini belum menimbulkan kekhawatiran berarti. Pasalnya, hingga saat ini, tidak ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Mataram yang dikirim secara resmi ke dua negara tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Rudi Suryawan, menegaskan, sejak awal pihaknya belum pernah mengeluarkan rekomendasi pengiriman PMI ke Thailand maupun Kamboja. “Kami tidak pernah merekomendasikan pengiriman ke sana karena memang tidak ada permintaan dari negara tujuan. Job order-nya tidak ada, jadi tidak bisa sembarangan kirim orang,” tegasnya, Kamis, 25 Juli 2025.

Ia menambahkan, alasan utama mengapa tidak ada PMI yang dikirim ke Thailand dan Kamboja adalah karena sistem perekrutan PMI berdasarkan permintaan resmi dari negara tujuan. Jika tidak ada permintaan atau kebutuhan yang tertuang dalam job order, maka tidak bisa dilakukan proses pengiriman.

“Bahkan kalau ada yang berangkat sendiri tanpa prosedur, itu pun kami tidak tahu. Tapi sejauh ini, tak ada laporan resmi adanya warga Mataram bekerja di sana,” lanjutnya.

Meski demikian, Rudi mengatakan, tidak menutup kemungkinan tetap adanya PMI asal Kota Mataram yang mungkin saja tidak berangkat secara resmi melalui pemerintah.

“Pekerja kita jumlahnya tidak banyak (bahkan tidak ada), cuman pasti ada saja kita punya warga di negara sana (Thailand atau Kamboja),” sebutnya.

Sehingga, ia tetap mengimbau masyarakat agar mengikuti arahan dan imbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di masing-masing dua negara tersebut. KBRI telah meminta seluruh WNI di Kamboja untuk tetap tenang dan membatasi perjalanan ke wilayah perbatasan yang terdampak konflik, terutama di Provinsi Oddar Meanchey dan Preah Vihear.

“Harapan kami, kalaupun ada (warga Kota Mataram) yang berada (di sekitar) wilayah tersebut, entah untuk urusan pribadi atau lainnya, agar mengikuti semua arahan resmi dari KBRI demi keselamatan mereka,” pungkasnya.

Data Disnaker Kota Mataram mencatat, sejak 1 Januari hingga 21 Juli 2025, sebanyak 497 orang warga Mataram telah diberangkatkan sebagai PMI. Negara tujuan paling dominan adalah Malaysia (318 orang), disusul Taiwan (46 orang), Singapura (36 orang), Arab Saudi (34 orang), Hongkong dan Turki masing-masing 17 orang, serta beberapa lainnya ke negara seperti Brunei, UEA, Italia, Polandia, Kroasia, dan Kuwait. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO