spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEDidukung Gubernur NTB, Aksi Peresean Siap Hibur Peserta Fornas VIII

Didukung Gubernur NTB, Aksi Peresean Siap Hibur Peserta Fornas VIII

Mataram (Suara NTB) – Sebuah inisiatif menarik dihadirkan dalam rangkaian Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII tahun 2025 di NTB. Seni tradisional Peresean akan ditampilkan dalam bentuk aslinya (original), bukan sekadar teatrikal, untuk menghibur peserta dan tamu Fornas dari seluruh Indonesia. Aksi Peresean Original ini digagas oleh Pemerhati Peresean sekaligus Anggota Deputi VI Fornas VIII NTB 2025, Kamaruddin Amaq Mila, dan mendapat dukungan langsung dari Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal.

Amaq Mila – sapaan akrabnya, mengungkapkan, inisiatif ini lahir setelah dirinya melihat pertunjukan Peresean yang hanya bersifat teatrikal dalam opening ceremony Fornas VIII di Lapangan Bumi Gora, Sabtu, 26 Juli 2025 malam.

Menurutnya, perlu ada pertunjukan yang menampilkan Peresean dalam bentuk aslinya, sebagai bagian dari warisan budaya dan olahraga tradisional Suku Sasak Lombok.

“Saya sampaikan kepada Pak Gubernur bahwa kita perlu menampilkan Peresean yang original, supaya para tamu dan peserta Fornas, yang jumlahnya mencapai 18 ribu orang, bisa melihat langsung seperti apa bentuk asli olahraga tradisional kita,” ujarnya, Senin, 28 Juli 2025.

Hal ini disampaikan pada Gubernur NTB ketika bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Amaq Mila mengakui, saat bertemu Gubernur NTB menyampaikan akan menggelar pertunjukan Peresean di Lapangan Pangkalan Udara (Lanud) Rembiga dengan sistem partisipasi masyarakat melalui tiket masuk karena tidak menggunakan dana APBD.

Namun, Gubernur NTB justru menyambut baik dan meminta agar acara tersebut digelar secara gratis untuk masyarakat. “Pak Gubernur katakan, jangan tiketkan. Ini menjadi tanggung jawab Gubernur. Alhamdulillah, bisa nyambung. Dan akhirnya kegiatan ini dibuka untuk umum tanpa biaya,” ungkapnya.

Pihaknya berharap 5 hari ke depan bisa sampai informasi pelaksanaan Peresean sampai ke peserta Fornas yang ingin melihat secara langsung. Apalagi pada Selasa, 29 Juli 2025 sore akan menampilkan paguyuban Sakamandari yang berasal dari Sayang-Sayang dan berhadapan dengan Paguyuban Sekar Kedaton yang berasal dari Gerung.

‘’Tadi yang bertarung dari Paguyuban Pringgasela Lotim dengan Paguyuban Motor Jagat berasal dari Gegutu. Alhamdulillah 300 masyarakat hadir menyaksikan karena belum menyebar luas informasinya. Sehingga bisa kita prediksikan 600-700 orang yang hadir,’’ tambahnya.

Diakuinya, karena jumlah orang yang datang selama Fornas ini sampai 18.000 lebih tidak mungkin akan pulang bersamaan. Yang belum pulang ini akan disajikan dengan pertandingan peresean, sehingga mampu memberikan kesan positif bagi warga luar NTB. ‘’Sesuai pesan Miq Gub datang dan pulang memberikan kesan baik, cerita baik, bahwa di Lombok ada olahraga seperti peresean,’’ harapnya. (ham)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO